DetikSport
Selasa 01 Mei 2018, 12:59 WIB

Aldila Sutjiadi Andalan Tenis Putri di Asian Games 2018

Femi Diah - detikSport
Aldila Sutjiadi Andalan Tenis Putri di Asian Games 2018 Aldila Sutjiadi (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Aldila Sutjiadi menjadi kandidat kuat sebagai wakil tunggal putri pada tenis di Asian Games 2018. Kendati berat, dia tak mau menyerah.

Regenerasi petenis putra dan putri Indonesia berjalan lamban. Boleh dibilang, sektor putri lebih kritis. Setelah memiliki Yayuk Basuki, Romana Tedjakusuma, Wyne Prakusya, dan Angelique Widjaja, belum muncul lagi tensi putri yang mampu menembus persaingan dunia di kelas profesional.

Celakanya, Indonesia sudah harus menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. menilik Asian Games sebelumnya, sudah tiga gelaran multievent itu petenis putri Indonesia tak bergigi.

Kini, waktu yang tersisa menuju Asian Games 2018 tinggal empat bulan lagi. Di antara jumlah petenis putri yang minim, Indonesia memiliki Dila, sapaan karib Aldika Sutjiadi.

Aldila Sutjiadi berlatih bersama petenis pelatnasAldila Sutjiadi berlatih bersama petenis pelatnas. (Grandyos Zafna/detikSport)

Dila masih berusia 22 tahun. Dia belum setahun menjadi predikat petenis profesional. tepatnya ulai Juli tahun lalu setelah lulus dari kuliah di Universitas Kentucky, Amerika Serikat (AS).

Saat ini, Dila masih berada di urutan ke-872 dunia bakal menjadi tumpuan di Asian Games nanti. Asian Games yang cukup istimewa karena Indonesia menjadi tuan rumah.

[Gambas:Instagram]


Dengan peringkat dan durasi pendek sebagai petenis profesional, Dila pun masih minim pengalaman dibandingkan calon lawan di Asian Games nanti. Mari tengok calon lawan Dila di Asian Games nanti tanpa memerhitungkan mereka bakal tampil di Amerika Serikat karena waktu turnamen yang bersamaan dengan Asian Games.

China memiliki berlapis-lapis petenis putri di 100 besar dunia. Sebut saja Shuai Zhang, Shuai Peng, Qiang Wang. Petenis Jepang, naomi Osaka, bahkan tembus peringkat 21 dunia. Taiwan juga memiliki Su Wei Hsieh.

Thailand Luksika Kumkhum yang ada di peringkat 85 dunia. Dia peraih medali emas SEA Games 2017 Kuala Lumpur.

Dila menyadari situasi itu. Dia bahkan tak menyangka begitu kritisnya kondisi tenis Indonesia hingga dia yang masih berada di urutan 800-an dunia menjadi yang terbaik saat ini.

Tapi, Dila tak mau berlarut-larut dengan beban yang ada di pundaknya. Dia akan berupaya maksimal untuk memersembahkan yang terbaik buat Indonesia.

Aldilla Sutjiadi melakukan backhand saat berlatih di pelatnas tenis.Aldilla Sutjiadi melakukan backhand saat berlatih di pelatnas tenis. (Grandyos Zafna/detikSport)

"Melihat pesaing cukup berat (untuk mendapatkan medali). Ada China, Korea, Jepang, dan Thailand yang memiliki petenis-petenis yang ada di top 100 dunia," kata Dila dalam wawancara One on One dengan detikSport.

"Peluang kecil, tapi masih ada kesempatan untuk mendapatkan medali," ujar Dila kemudian menarik napas panjang.

Saat ini, Dila terdaftar sebagai anggota pelatnas tenis bersama lima petenis putri lainnya. Jika sedang bersama-sama di Jakarta, mereka digodok di lapangan tenis Hotel Sultan. Mereka ditangani oleh direktur teknik dari Belanda, Frank van Fraeyenhove, dan pelatih lokal, Dedy Prasetyo.

Tapi dalam mengikuti turnamen sesuai jadwal yang sudah diaturnya, Dila masih merogoh kocek sendiri dan biaya dari KONI Jawa Timur. Dila juga tak memiliki pelatih yang mengikuti tur ke ajang internasional atapun nasional.

Kendati banyak lubang dalam persiapan menuju Asian Games 2018, Dila optimistis status tuan rumah bakal menjadi keuntungan tersendiri bagi dia dan atlet Indonesia lainnya. Seenggaknya, cuaca dan makanan bukanlah soal.

"Aku antusias banget tampil di Asian Games. Mungkin karena aku bisa bawa nama indonesia. Ini event Asian Games pertama aku. Semoga saja bisa memberikan yang terbaik," ujar Dilla.



(fem/nds)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed