detiksport
Follow detikSport
Kamis, 24 Mei 2018 22:21 WIB

Fitriani Selalu Dimainkan meski Sedang Menurun, Ini Penjelasan Pelatih

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Fitriani tak mampu menyumbang poin selama gelaran Piala Uber 2018 (Foto: dok. Humas PBSI) Fitriani tak mampu menyumbang poin selama gelaran Piala Uber 2018 (Foto: dok. Humas PBSI)
Bangkok - Fitriani tampil buruk sehingga kalah telak dari Ratchanok Intanon saat Indonesia dihentikan Thailand di perempatfinal Piala Uber 2018. Namun, Fitriani memang harus dimainkan.

Pebulutangkis berusia 21 tahun itu tak berkutik di hadapan Intanon. Turun di partai pertama dalam pertandingan di Impact Arena, Kamis (24/5/2018), Fitriani menyerah dua gim langsung dengan skor akhir 8-21, 7-21 hanya dalam 33 menit.

Tidak sedikit yang mempertanyakan keputusan memainkan Fitriani menghadapi Intanon, mantan pemain nomor satu dunia. Pasalnya, Fitriani selalu kalah di dua pertandingan di babak grup melawan Soniia Cheah (Malaysia) dan Chen Yufei (China).


Pelatih tunggal putri pelatnas, Minarti Timur, menjelaskan bahwa menurunkan Fitriani merupakan bagian dari strategi melawan Thailand. Meskipun diakui Minarti, mentalitas Fitriani sedang turun.

"Fitriani dalam dua hari terakhir, tidak terlalu bagus. Feeling-nya tidak enak. Memang dari cara mainnya pede-nya yang hilang, turun banget, rada down dia," ungkap Minarti kepada pewarta.

"Mau membangkitkan untuk bisa main langsung itu (susah). Tapi memang dari dia sendiri. Tapi dari strateginya harus begitu, saya harus paksakan dia main. Karena Grego (Gregoria Mariska Tunjung) harus mencuri (poin) mau tidak mau harus menang satu (di tunggal) kalau mau menang."

Pada akhirnya Indonesia hanya bisa mendulang dua poin dari kemenangan Gregoria dan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Di dua partai terakhir, kekalahan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dan Ruselli Hartawan memastikan Indonesia terhenti di perempatfinal untuk keempat kalinya beruntun.

"Yang kedua Grego cukup bagus. Main dari kemarin, tiga kali main selalu menghasilkan poin. Ngototnya kelihatan," sambung mantan bintang bulutangkis di nomor ganda campuran ini.

"Ruselli tadinya mau ngotot. Mestinya si pemain mau tapi memang skill-nya kalah dari Busanan (Ongbamrungphan). Dia didikte terus oleh Busanan, tertekan terus. Bola-bola Busanan selalu tidak enak. Ruselli sulit keluar dari tekanan itu," imbuh Minarti.
(rin/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed