detiksport
Follow detikSport
Sabtu, 26 Mei 2018 19:42 WIB

Indonesia Gagal di Piala Thomas, Buruknya Fisik Tunggal Putra Disorot

Mercy Raya - detikSport
Buruknya fisik tunggal putra diyakini jadi salah satu alasan Indonesia gagal ke final Piala Thomas 2018 (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) Buruknya fisik tunggal putra diyakini jadi salah satu alasan Indonesia gagal ke final Piala Thomas 2018 (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta - Legenda bulutangkis Liem Swie King sedih Indonesia gagal kembali membawa pulang Piala Thomas. Dia menyoroti fisik pemain tunggal putra yang buruk.

Indonesia kandas di semifinal Piala Thomas 2018 usai ditundukkan tim China dengan skor 1-3 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Jumat (25/5/2018). Satu-satunya poin disumbangkan oleh pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Sementara tiga wakil lainnya, harus mengakui keunggulan tim lawan.

Sebagai pemain yang pernah tiga kali juara Piala Thomas 1976, 1979, dan 1982, Liem menyesalkan tim Merah Putih kembali gagal merebut Piala Thomas. Dia menyebut kelemahan ada pada tunggal Indonesia yang belum matang.




"Kesulitan kita di sektor tunggal ya. Tunggal kita itu belum pada matang. Masih ya perlu waktu 1-2 tahun mungkin sudah lebih matang lagi. Jadi saya melihat kelemahannya di sektor tunggal," kata Liem kepada detikSport, Sabtu (26/5/2018).

"Jika saja tunggal pertama atau kedua bisa ambil poin mungkin penentuan bisa di ganda kedua dan pasti lain ceritanya. Tapi tunggalnya ini dua-duanya kalah. Sayang dan menyesalkan tapi kalau melihat fisiknya seperti kedodoran semua. Fisiknya Jonatan Christie di set ketiga sudah seperti habis terlihat dari skor dan mainnya kurang gigih," sambungnya.

Liem yang sudah enam kali membela Tim Piala Thomas Indonesia menyarankan PBSI untuk lebih menggenjot stamina atlet jika tak ingin mengulang hal yang sama. Apalagi dalam waktu dekat Indonesia sudah ditunggu Kejuaraan Dunia dan Asian Games Agustus mendatang.




"Ya faktor pemaafnya kurang matang tapi dengan catatan harus lebih keras dan gigih latihannya. Kalau sama-sama saja ya akan kalah lagi. Dua tahun lagi. Harus lebih keras," tutur mantan pemain bulutangkis berusia 62 tahun ini.

"Masih punya peluang karena Asian Games beda ada tujuh partai lagi. Kalau target dua sampai tiga emas saya kira masih masuk akal, asal waktu yang tersisa untuk meningkatkan stamina."

"Sedih saya melihatnya staminanya begitu. Set kedua begitu, lalu set ketiga seperti itu. Terseok seok saya sedih loh. Tiga bulan ini saya kira masih ada waktu untuk meningkatkan stamina. Paling penting dilakukan intensif dan secara mental harus lebih gigih dan tak mau kalah," tutupnya.


(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed