detiksport
Follow detikSport
Sabtu, 04 Agu 2018 23:46 WIB

Target di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018 Meleset, Ini Kata PBSI

Novitasari Dewi Salusi - detikSport
Indonesia hanya mendapat satu perunggu di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018 lewat Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Foto: Lintao Zhang/Getty Images) Indonesia hanya mendapat satu perunggu di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018 lewat Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Foto: Lintao Zhang/Getty Images)
Nanjing - Indonesia gagal memenuhi target satu gelar di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018. PBSI pun meminta maaf atas kegagalan ini.

Target PBSI meleset setelah tak ada wakil Indonesia yang melaju ke babak final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018. Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang menjadi satu-satunya wakil tersisa di semifinal harus kandas.

Dalam pertandingan semifinal di Youth Olympic Sports Complex, Nanjing, China, Sabtu (4/8/2018), Greysia/Apriyani dikalahkan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara 12-21, 21-23. Dengan demikian, Indonesia hanya membawa satu medali perunggu.


Sementara itu, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideno yang juga diandalkan untuk meraih gelar justru terhenti di perempatfinal. Pasangan ganda putra nomor satu dunia itu disingkirkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) dengan skor 19-21, 18-21.

"Hasil ini memang tidak sesuai dengan target kami yaitu satu gelar juara. Saya sebagai Kabid Binpres dan manajer tim minta maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum bisa memberikan hasil terbaik," kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Susy Susanti kepada badmintonindonesia.org.

"Kami tentunya sedih dan kecewa dengan hasil ini, tetapi kami harus bangkit dan bekerja keras lagi untuk pertandingan berikutnya, terutama Asian Games yang sudah di depan mata," imbuhnya.


Hasil di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018 menjadi sinyal yang kurang baik bagi Indonesia jelang menghadapi Asian Games 2018 yang tinggal hitungan hari. Susy pun memberikan catatannya, secara khusus untuk ganda putri dan Kevin/Marcus.

"Saya melihat progres di sektor ganda putri dari segi teknik permainan. Hanya sayang masih kurang di power, fisik, dan ketahanan dan kesabaran dalam melawan pasangan Jepang. Semoga di Asian Games bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi," kata Susy.

"Lawan-lawan sudah mempelajari permainan cepat mereka, saatnya Kevin/Marcus memperbaiki diri, tidak boleh lengah dan cepat puas. Kevin/Marcus harus fokus mengatur irama permainan sejak awal dan berusaha agar pola mereka tidak mudah terbaca lawan," ucap Susy soal Kevin/Marcus.

(nds/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed