detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 24 Jan 2019 23:40 WIB

Bukan Juara All England, Praveen Punya Kenangan Lebih Manis Bersama Debby

Mercy Raya - detikSport
Debby Susanto menutup karier bulutangkis di Indonesia Masters 2019. (Rifkianto Nugroho/detikSport) Debby Susanto menutup karier bulutangkis di Indonesia Masters 2019. (Rifkianto Nugroho/detikSport)
Jakarta - Selain Liliyana Natsir, bulutangkis Indonesia juga bakal kehilangan pemain ganda campuran lain, Debby Susanto. Pasangan duetnya, Praveen Jordan menyimpan kenangan tersendiri.

Debby memutuskan mundur setelah 17 tahun berkecimpung di bulutangkis. Pemain PB Djarum Kudus itu bilang ingin berfokus mengurus keluarganya.

Selama 17 tahun berkarier di bulutangkis, Debby mencapai puncak prestasi bersama Praveen. Mereka menjadi juara All England 2016 dan Korea Terbuka 2017.

Dalam prosesnya, pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, memisahkan mereka berdua. Debby bersama Ricky Karanda Suwardi, sedangkan Praveen diduetkan dengan Melati Daeva Oktavianti.


"Ya, sebenarnya cukup banyak momen yang enggak bakal terlupakan. Sebelum bersama Melati kan saya menjalaninya dengan Debby. Jadi, banyak kenangan di setiap turnamen, maupun di turnamen di luar. Ya namanya cowok kurang bisa ungkapkan kata lah," kata Praveen soal rekan sekaligus seniornya tersebut.

"Sebenarnya, kalau orang bertanya turnamen apa yang paling berkesan, mereka menyangkanya All England. Tapi, sebenarnya bukan. Menurut saya yang paling berkesan saat pertandingan itu di SEA Games 2015. Pas lagi main, kaki atau lututnya Debby sakit dan kami menang, dapat medali emas. Itu yang paling berkesan," ujarnya kemudian.

"Tapi saya terimakasih lah karena sudah kurang lebih empat tahun bersama banyak hal yang paling mengesankan," dia menegaskan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com