detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 31 Jan 2019 17:45 WIB

Undian Superliga Badminton: Jaya Raya dan Djarum Keder Segrup Juara Bertahan

Mercy Raya - detikSport
Musica Champion saat menjadi juara Superliga Badminton 2017.  (Istimewa/Humas Superliga Badminton) Musica Champion saat menjadi juara Superliga Badminton 2017. (Istimewa/Humas Superliga Badminton)
Jakarta - Pengundian Superliga Badminton 20019 telah dilakukan. Klub-klub mulai menghitung laju di ajang bulutangkis beregu putra dan putri itu.

Kejuaraan beregu bulutangkis antarklub, yang tahun kemarin mandeg, itu digeber di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, mulai 18 sampai 24 Februari.

Ajang bulutangkis, yang akan menggunakan format Piala Thomas dan Uber, itu diikuti delapan tim putra dan delapan tim putri. Masing-masing kategori itu dibagi menjadi dua grup, Grup A yang berisi tim putra diisi juara bertahan Musica, Sports Affairs, Daihatsu Astec, dan Berkat Abadi. Sementara, Grup B (putra) dihuni oleh Jaya Raya Jakarta, Djarum Kudus, Jatim United, Hitachi.

Pada persaingan putri, pembagian menjadi dua grup. Grup X terdiri dari Jaya Raya Jakarta, Berkat Abadi, Samurai Reptiles, dan Tiket.com Champion Klaten, serta Grup Y diisi oleh Djarum Kudus, Mutiara Cardinal, Saishunkan Unisys, dan Granular.


Perwakilan Jaya Raya Jakarta, Erwan Purnomo, mengatakan, jika melihat hasil undian, peluang tim putra Jaya Raya untuk juara tipis karena harus mengalahkan juara bertahan. Tapi, bukan berarti tak ada peluang.

"Jadi target kami insya Allah untuk tim putra kami ingin juara. Sementara tim putri ada beberapa atlet kami yang dikirim ke turnamen di Spanyol dan Jerman, sebagai bagian dari program PBSI jadi untuk target kami semifinal dulu. Bagus kalau bisa juara," kata Erwan dalam jumpa pers di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Christian Hadinata, perwakilan PB Djarum, memprediksi persaingan di Superliga Badminton tahun ketujuh itu bakal berat bagi Djarum. Selain berada satu grup dengan Musica, putra Djarum akan menurunkan pemain muda dengan tanpa dukungan pebulutangkis pemain asing di ajang itu.

"Semua klub pasti ingin juara hanya memang perlu perjuangan keras. Tapi komitmen kami ajang ini sebagai pembinaan atlet muda. Untuk itu, putra kami turunkan pemain mudanya, putri pun hanya satu pemain asing. Tapi paling tidak pemain kami akan menimba pengalaman. Maka itu, target kami putra dan putri bertahap semifinal dulu," kata Christian.

Tim juara bertahan, Musica, merendah dengan mengatakan timnya tak pernah mematok target juara. Di balik belanja pemain-pemain top mancanegara, Musica menyimpan misi utama untuk menginspirasi pemain muda agar mengikuti jejak ke papan atas dunia.

"Kami ini bukan klub badminton tapi kami datang untuk memberi inspirasi agar bisa seperti si atlet. Seperti Lee Yong Dae, itu merupakan pemain yang sebelumnya sudah ada. Kemudian sebelumnya ada Lee Chong Wei dan Hyun Ill, tapi kan tidak bisa main karena cedera," kata manajer Musica, Effendy Widjaja.

"Jadi bicara target sebenarnya kami tidak ada harus juara. Kebetulan dari kemarin, empat kali berturut-turut menjadi juara," dia menambahkan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Blak-blakan
×