detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 31 Jan 2019 20:52 WIB

Pelapis Ganda Campuran Kerja Keras Demi Masuk 20 Besar Dunia

Mercy Raya - detikSport
Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Pradita Utama/detikcom) Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Asisten pelatih ganda campuran Nova Widianto memasang target khusus untuk Praveen Jordan cs. Mereka diharapkan bisa mengejar 20 besar dunia sebelum tutup tahun.

Ganda campuran Indonesia dipaksa kerja keras jelang perhitungan poin Olimpiade 2020 Tokyo yang dimulai April mendatang. Tantangan kian besar karena dua pemain andalannya, Liliyana Natsir dan Debby Susanto, telah pensiun.

Praveen Jordan cs dituntut lebih keras mengeluarkan kemampuannya dan membuktikan konsistensinya di setiap turnamen. Selepas generasi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, tongkat estafet kini dipegang dua pasang SK Prioritas Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Saat ini kedua pasang itu berada di peringkat 14 dan 15 dunia.

Sementara tiga pasang lainnya, masih berada di peringkat 30 besar. Ronald Alexander/Annisa Saufika (32), Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami (29), Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (26), sedangkan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow masih mencari poin karena merupakan pasangan baru.




"Sekarang mereka rata-rata di 30 besar. Sebelum kejuaraan dunia, mereka bisa masuk peringkat di bawah 20 besar semua. Jadi buat kami lebih enak karena pilihannya lebih banyak. Sebab, untuk olimpiade mereka minimal harus ada di bawah peringkat 20 besar," kata Nova di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

Nova juga menjelaskan menuju ke sana program yang diberikan hampir sama seperti sebelumnya. Artinya, dari PBSI juga meminta ganda campuran bisa disiapkan minimal enam ganda.

"Tapi sementara yang menjadi prioritas ada dua ganda. Engga tutup kemungkinan jika peringkatnya mendekati semua. Kan bisa saja karena semakin banyak semakin bagus. Pilihan kami banyak. Misalnya, performa satu pasangan menurun, atau cedera, semua pengganti sudah siap. Tidak dua saja yang difokuskan," ujarnya menjelaskan.

"Berbeda jika peringkatnya jauh kalau ada apa-apa repot. Tapi mungkin jika sudah akhir tahun, akan kelihatan siapa-siapa pemain yang bagus. Makanya buat junior, yang baru, akan lebih banyak ya turnamennya. Mereka akan mulai dari Spanyol, Jerman, All England. Sisanya yang level atas, mereka ikut dua turnamen saja awal ini, Jerman dan All England," ungkap dia menambahkan.


(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed