detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 13 Feb 2019 20:55 WIB

Target Besar Tunggal Putra: Lolos Olimpiade dan Bertahan di 8 Besar

Mercy Raya - detikSport
Jonatan Christie diminta tak lagi kandas di babak awal (Ayunda/detikHealth) Jonatan Christie diminta tak lagi kandas di babak awal (Ayunda/detikHealth)
Jakarta - Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus lebih ekstra keras berlatih tahun ini. Pelatih menargetkan mereka tak sekadar lolos Olimpiade tapi juga bertahan di 8 besar.

Pengumpulan poin untuk Olimpiade akan dimulai April mendatang. Namun tantangan tunggal putra berlipat sejak awal tahun 2019. Anthony dan Jonatan yang saat ini berada diperingkat tujuh dan sembilan diharapkan bisa sama-sama bertahan minimal di bawah delapan besar.

"Target saya di Olimpiade dua-duanya (Anthony dan Jonatan) bisa lolos karena kuotanya hanya dua. Artinya peringkat mereka harus terus berada di 16 besar sampai nanti. Malah target saya supaya aman di bawah delapan karena kalau ada perubahan beda 200 poin saja bisa tidak lolos," kata pelatih Hendry di Pelatnas PBSI, Cipayung, Rabu (13/2/2019).




Untuk bisa mencapai target tersebut, beberapa perubahan dilakukan terutama soal latihan. Hendry berkaca pengalaman Ginting yqng bermain lebih dari 90 menit hingga membuat kakinya kram.

"Enggak ada lain, mesti evaluasi, kesimpulan dan merubah serta meningkatkan dalam bentuk latihan. Contoh biasanya main 60 menit bisa menang, Ginting di Asian Games bisa main 90 menit, jadi standar parameternya mesti diubah harus latihan di atas 90 menit. Itu salah satu penunjuangnya," Hendry menjelaskan.

"Selain itu si atlet juga mesti cerdas di lapangan. Kalau tak belajar kepintaran tak akan meningkat. Diskusi kita pun tak ada hasilnya."




Dari sisi turnamen, Anthony dan Jonatan diharapkan bisa lebih bersaing dan tidak sering kalah di babak pertama.

"Saya harapkan jangan first round kalah. Tapi untuk melewati first round banyak hal yang harus diperhatikan seperti fisik, mental, karena akumulasi dari pengalaman mereka pernah juara, kalah, tapi pernah juara lagi," jelas dia

"Jadi tak bisa tergantung saya, latihan, yang menjawab itu bagaimana si atlet menyikapinya. Tapi kami sebagai pelatih kasih porsi latihan untuk memback up mereka bisa menjadi juara," tegasnya.


(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed