Wismilak International 2005
Davenport, Schiavone ke Semifinal
Jumat, 16 Sep 2005 19:44 WIB
Nusa Dua - Lindsay Davenport melaju ke babak semifinal turnamen Wismilak International setelah mengatasi Maria Elena Camerin. Sementara duel antar petenis Italiano dimenangkan oleh Francesca Schiavone.Di centre court kompleks lapangan tenis Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Jumat (16/9/2005), Davenport menekuk Camerin dengan dua set langsung. Set pertama petenis unggulan pertama tersebut menang 6-3.Camerin sebetulnya bermain baik di tiga game pertama. Setelah mencuri game pertama, dia mampu memberikan perlawanan, meski game kedua direbut Davenport. Sayang setelah game ketiga permainan Camerin mulai menurun.Setelah sempat tertinggal 40-15 di game ketiga, Davenport berhasil memaksakan deuce. Sayang di saat kedudukan advantage untuk Davenport, umpire membuat keputusan kontroversial yaitu mensahkan bola pengembalian Davenport yang oleh linesman diputuskan keluar."Dalam sebuah permainan tenis, ada kalanya kita memperoleh keputusan yang menguntungkan dan ada kalanya tidak. Tetapi pada saat itu saya yakin saya memukul bola dengan sangat baik," tutur Davenport soal call tersebut.Call itu tampaknya yang menjadi titik balik permainan Camerin. Diacenderung bermain emosional dan kerap membuat kesalahan sendiri. Setelah sempat menipiskan kedudukan menjadi 2-3, dia kembali tertinggal.Di set kedua, Camerin bermain semakin buruk. Sebaliknya Davenport sudah mengerti gaya permainan lawannya. Di set ini dia pun menang mudah, 6-1. Davenport akan menghadapi petenis Cina, Na Li, di semifinal. Dia mengalahkan Alena Bondarenko dengan skor 6-4 3-6 6-2."Saya baru sekali bertemu Na Li, tepatnya di babak pertama AS Terbuka lalu. Meski saya menang tetapi saya tahu dia adalah petenis yang bagus dan pukulannya terutama backhand sangat mematikan. Nanti akan menjadi pertarungan yang sulit," tukas petenis nomor dua dunia ini.Sementara itu di pertandingan lain unggulan keempat Francesca Schiavone memenangkan duel antara pemain Italia melawan unggulan kelima Flavia Pennetta.Pennetta berhasil mencuri kemenangan set pertama dengan skor 7-5. Tetapi di set kedua, Schiavone bangkit. Dia langsung unggul 3-0 di awal set. Pennetta sempat menucri game keempat, tetapi Schiavone mencuri game berikutnya. Schiavone mengubah kedudukan menjadi 5-3, setelah mem-break servis Pennetta di game kedelapan. Dia pun menutup set ini dengan keunggulan 6-3.Di set penentuan, pertarungan menjadi sangat ketat. Dua kali kedua petenis membukukan angka sama yaitu pada kedudukan 3-3 dan 5-5. Tetapi Schiavone mampu mencuri game kesebelas yang sangat krusial, sebelum menutup pertandingan dengan skor 7-5."Rasanya unbelieveable. Soalnya satu jam sebelum pertandingan ini kami masih ngobrol bareng, tapi pada saat bertarung kami bertarung dengan sungguh-sungguh. Saya juga ingin mengucapkan selamat buat Flavia, dia telah memberikan permainan yang luar biasa tetapi hanya ada satu pemenang dan satu orang yang harus kalah," tuturnya.Tak hanya disuguhi oleh permainan menarik, para penonton juga terhibur oleh sikap Schiavone. Selain dia adalah petenis yang baik, dia juga sangat atraktif dan kerap mengeluarkan body language yang mengundang senyum. Tak heran penonton begitu menyukainya dan sempat memberikan applaus panjang saat Schiavone melakukan pengembalian bola sulit."Saya menyenangi tenis dan segala aspeknya. Tapi melihat orang lain menyenangi anda, mensuport anda dan memberikan dukungan adalah sesuatu yang luar biasa. Terima kasih buat para penonton," ucapnya menjawab pertanyaan detiksport soal penonton.Saat berita ini diturunkan, masih berlangsung pertandingan antara unggulan kedua Patty Schnyder melawan petenis Jepang Aiko Nakamura. Pemenang partai ini akan menghadapi Schiavone di semifinal. (ian/)











































