detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 11 Mar 2019 16:40 WIB

Ambarawa Gelar Kejurnas Tenis Junior Berhadiah Trofi Yayuk Basuki

Aji Kusuma Admaja - detikSport
Foto: Aji Kusuma/detikSport Foto: Aji Kusuma/detikSport
Ambara - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior digelar di Ambarawa, Jawa Tengah. Kejurnas memperebutkan trofi Yayuk Basuki.

Ajang itu dihelat di 11-17 Maret di Lapangan Tenis Sasana Ambirawa Raga. Ajang itu diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Susan Subekti, wakil Sekjen PP Pelti (Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tennis Indonesia), menyampaikan ajang ini sebagai upaya regenerasi petenis di Indonesia.


"Kami berharap melalui pendampingan sejak dini, dapat mematangkan bakat mereka. Tentu semakin sering mengikuti turnamen, selain skill yang terbentuk, mental di lapangan juga akan semakin kuat," kata Susan kepada detikSport, Senin (11/3/2019).

"Lebih dari 12 provinsi ikut meramaikan. Mulai dari Provinsi Sumatera, Kepulauan Riau, Kalimantan, Bali dan Jawa ada perwakilannya. Dalam turnamen kali ini, kami menggandeng Kementerian Pariwisata, karena harapan kami juga sekaligus bisa menjadi promosi wisata daerah. Melihat turnamen tenis sekaligus berwisata," dia menambahkan.

Kategori kejuaraan dibagi menjadi empat kelompok umur, U-10, U-12, U-14 dan U-16. Pada masing-masing KU, kompetisi dibagi untuk nomor tunggal dan ganda, untuk kategori putera maupun puteri.

"Kami mencoba mencari bibit di masing-masing kelas. Dalam aturan main juga Pelti sudah punya aturan tetap untuk kelas Yunior mulai dari ukuran lapangan, aturan permainan dan tinggi net juga kami atur. Harapan kami, para peserta biasa berkompetisi agar semakin terasah," kata Susan.

Kejurnas pada tahun ini akan memperebutkan Piala Yayuk Basuki. Selain mendapat trofi, pemenang akan mendapatkan pelatihan dari Pelti.

Yayu, yang hadir dalam acara itu, menekankan motivasi berolahraga tenis kepada peserta turnamen.

"Ingat jangan hanya pandai dalam skill, tetapi atlit yang hebat juga butuh attitude alias sikap yang baik. Tetap jaga sportivitas dan kalah menang tetap harus berproses," ujar Yayuk.

Ia menambahkan Semarang menjadi kota yang bersejarah bagi dirinya. Meski lahir dan besar di Yogyakarta, Yayuk mengakui Semarang sebagai kota pertama ia mendapatkan medali.

"Saya pertama kali juara di Turnamen Tugu Muda Semarang, waktu itu saya masih SD. Nah sejak saat itu, saya rutin ke Jawa Tengah untuk mengikuti turnamen. Bisa dikatakan Semarang sebagai tonggak saya di dunia Tenis," ujar Yayuk.

(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com