detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 12 Mar 2019 13:13 WIB

Kecewa Hasil di All England, Eng Hian Enggak Pede Bicara Kualifikasi Olimpiade

Mercy Raya - detikSport
Pelatih tak paus hasil Greysia Polii dkk di All England 2019. (Pradita Utama/detikSport) Pelatih tak paus hasil Greysia Polii dkk di All England 2019. (Pradita Utama/detikSport)
Jakarta - Greysia Polii dkk dinilai tampil kurang maksimal di All England 2019. Pelatih Eng Hian sampai-sampai tak percaya diri bicara kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.

Ganda putri Indonesia tak bisa bicara banyak di All England. Laju terbaik ditunjukkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani terhenti di babak perempatfinal, sedangkan Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah kandas di putaran pertama.

Pelatih ganda putri pelatnas PBSI, Eng Hian, tak puas dengan hasil tersebut. Dia meminta agar Greysia cs meningkatkan perfoma dalam waktu singkat. Sebab, Kualifikasi Olimpiade tinggal sebulan lagi.

"Evaluasinya masih harus kerja keras lagi untuk meningkatkan kualitas performance dan hasil," kata Eng Hian kepada detikSport, Selasa (12/3/2019).


"Kembali lagi bukan kestabilan hasil ya, karena setiap turnamen ada perbedaan lapangan, kualitas kok, kondisi mental. Yang saya maksud adalah bagaimana atlet bisa bertanding dengan kemampuan terbaik mereka. Tidak ada lagi masalah dengan nonteknis. Murni kalau kalah karena memang ada kekurangan pada hal teknis," ujar pelatih yang akrab disapa Didi itu.

"Target itu tidak bisa dijadikan patokan di lapangan, banyak faktor yang menyebabkan target tidak tercapai," dia menambahkan.

Bahkan, Eng Hian enggan membicarakan Kualifikasi Olimpiade 2020. Dia akan berkonsentrasi lebih dulu untuk mempercepat peningkatan teknik, fisik, dan mental anak asuhnya.

"Saya akan lebih melihat dari hasil setiap turnamen dulu saja dibanding membicarakan kualifikasi Olimpiade, karena saya yakin kalau hasil per turnamen bagus pasti akan lolos ke olimpiade dan yang tidak bagus juga pasti tidak akan lolos ke olimpiade," kata dia menegaskan.


Dengan nirgelar di ganda putri pada All England 2019 itu, Indonesia puasa gelar selama 40 tahun. Kali terakhir predikat juara itu dibukukan oleh Imelda Wiguna/Verawaty Fajrin. Hingga saat ini, hanya ada dua ganda putri Indonesia yang berhasil menjadi juara All England, Imelda/Verawaty dan Retno Kustiyah/Minarni. (mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed