detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 10 Apr 2019 21:05 WIB

Tersisa 1 Tunggal Putri di Babak 2 Singapura Terbuka, Ini Pembelaan Pelatih

Mercy Raya - detikSport
Minarti Timur saat mendampingi Gregoria Mariska Tunjung. (Puspa Perwitasari/Antara) Minarti Timur saat mendampingi Gregoria Mariska Tunjung. (Puspa Perwitasari/Antara)
Singapura - Ruselli Hartawan menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia di Singapura Terbuka 2019 setelah empat lainnya tumbang. Apa kata pelatihnya?

Ruselli mengalahkan Yeo Jia Mia (Singapura) 21-18, 17-21, dan 21-15 dalam laga babak pertama di Singapore Indoor Stadium, Rabu (10/4). Ruselli pun menjadi satu-satunya tunggal putri Merah Putih yang tersisa di ajang BWF Tour 500 itu.

Empat tunggal putri lain langsung kandas di babak pertama. Lyanny Alessandra Mainaky dikalahkan Pusarla V. Shindu dari India dengan skor 9-21, 7-21. Gregoria Mariska Tunjung juga tersingkir setelah dikalahkan Mia Blichfedt dari Denmark dengan skor 16-21, 20-22.

Fitriani kembali tunduk di tangan Ratchanok Intanon (Thailand), yang menjadi kekalahan keenamnya, dengan skor 18-21, 14-21. Sementara itu, Yulia Yosephin Susanto dikandaskan unggulan keenam, Saina Nehwal dari India, dengan skor 16-21, 11-21.


"Gregoria tadi mainnya kurang lepas. Tapi, mestinya tadi sudah mengontrol permainan. Cuma pada saat finishing yang kurang, enggak bisa mematikan bola lawan, jadi kelihatan enggak sabar," kata Minarti kepada detikSport, Rabu (10/4/2019).

"Di gim kedua, sebenarnya sudah lebih enak, tetap dia yang pegang kontrol permainan tapi di saat poin-poin kritis kurang siap. Bola-bola yang harusnya bisa kena tapi malah mati, terlalu hati-hati, harus lebih berani ambil inisiatif dan lebih percaya diri," dia menjelaskan.

"Sementara untuk Fitriani sebenarnya mainnya lumayan bisa mengimbangi Intanon. Malah sempat unggul 12-8, tapi Intanon merubah ritme main dan mengajak main cepat. Fitri keikutan main cepat yang mana itu pola main Intanon, tersusul dan kalah," ujar dia.

"Begitu di gim kedua, Intanon mengajak main cepat tapi Fitri bisa mengajak reli-reli panjang dan berhasil ambil poin. Cuma Intanon memang lebih matang dan lebih berani tetap dengan polanya meskipun sempet kewalahan. Tapi Fitri buru-buru sehingga ada beberapa poin yang mestinya bisa mematikan tapi malah mati sendiri," dia menambahkan.

Indonesia masih menyisakan satu wakil dari tunggal putri, Ruselli Hartawan. Dia akan berhadapan dengan Yeo Jia Min pada pukul sore nanti.

Setelah Singapura Terbuka, Minarti akan menyiapkan atletnya untuk turun di Kejuaraan Bulutangkis Asia 2019 yang berlangsung 23-28 April serta Selandia Baru Terbuka pada 30 April sampai 5 Mei. Turnamen ini menjadi ajang perhitungan pertama kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed