detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 15 Apr 2019 17:02 WIB

Rontok di Babak Awal Singapura Terbuka, Fitriani Cs Balas dengan Latihan Ekstra

Mercy Raya - detikSport
Tunggal putri pelatnas, Fitriani (dok. Humas PBSI) Tunggal putri pelatnas, Fitriani (dok. Humas PBSI)
Jakarta - Fitriani cs tak memiliki waktu untuk santai usai tampil di Singapura terbuka 2019. Mereka langsung disuguhi latihan ekstra berat di pelatnas Cipayung.

Tunggal putri pelatnas PBSI menuai hasil kurang sip di turnamen bulutangkis BWF 500 Singapura Terbuka 2019. Menurunkan lima wakil, laju terbaik ditunjukkan Ruselli Hartawan dengan melangkah hingga ke babak kedua. Firiani, Gregoria Mariska Tunjung, Lyanny Alessandra Mainaky, dan Yulia Yosephin Susanto tumbang di babak pertama.

Setelah kekalahan itu mereka pulan dan melanjutkan latihan di pelatnas. Termasuk pada Senin (15/4/2019). Latihan itu dipimpin langsung oleh pelatih utama tunggal putri, Rionny Mainaky, dan asistennya, Minarti Timur.


Dari yang terpantau detikSport, latihan diikuti lima atlet tunggal putri, tanpa Ruselli Hartawan, yang masih menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer di salah satu SMA di Jakarta.

Dimulai pukul 06.30 WIB, Fitriani menjalani latihan tujuh program; dua kali sesi kelincahan di awal dan akhir, kemudian latihan stroke sebanyak dua kali, game, kemudian latihan drilling sebanyak dua kali.

Rionny tampak semangat melatih para atlet. Dia bahkan tak membiarkan atlet lama-lama untuk beristirahat. Sekalinya ada yang duduk santai, berbincang, mantan pelatih tim nasional Jepang itu langsung teriak.

"Ayo, ayo, mulai lagi. Cepat-cepat," kata Rionny, seraya memukul raketnya ke arah pinggir kotak berisi kok.

Hampir empat jam berlalu, selepas drilling, ternyata Fitriani dkk tak kunjung selesai. Rionny yang sudah bersiap dengan peluit di tanga kanannya, meminta kelima atletnya untuk melakukan latihan kelincahan kaki sebanyak 15 kali dari beberapa variasi gerakan.

Latihan berat tersebut tak pelak memunculkan celetukan-celetukan dari para pemain. Mereka kelelahan.

"Kaget sih enggak cuma memang harus siap saja," kata Fitriani usai latihan kepada detikSport.

Siap dalam arti karena waktu istirahat yang cuma lima menit jadi tak ada kesempatan atlet untuk santai. Mereka harus sudah siap menerima lanjutan program lainnya.

"Sejauh ini sih cara latihannya om Rionny masuk ya bagi sayanya. Dia lebih tegas, disiplin, dan waktu istirahatnya juga bagus. Ini bagus buat kami meningkatkan fisik dan daya juang," katanya.

"Sebenarnya programnya sama dengan Ci Memey (Minarti Timur) tapi Om Rionny lebih pengalaman jadi fokusnya lebih dapat. Kalau galak enggak juga. Paling kalau lambat kayak tadi diingatkan terus. Hahahah," tuturnya.

"Jadi dari kita harus lebih siap lagi dan menyesuaikan program pelatih dan melakukan semaksimal mungkin," dia menambahkan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed