detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 26 Apr 2019 14:41 WIB

Jaya Raya Junior Grand Prix Diramaikan 776 Pebulutangkis

Mercy Raya - detikSport
Konferensi pers menjelang Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019 (Rengga Sancaya/detikSport) Konferensi pers menjelang Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019 (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - PB Jaya Raya Jakarta kembali menggulirkan turnamen internasional bulutangkis junior bertajuk Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019. Ajang ini diramaikan 776 pemain dari 13 negara.

Ajang tersebut dimulai 30 April sampai 5 Mei di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan. Turnamen ini mempertandingkan tiga kategori kelompok umur yakni U-15, U-17, dan U-19.

Ketua Panitia Penyelenggara, R. Tony Soehartono, mengatakan di tahun keempat penyelenggaraan Jaya Raya Junior Grand Prix itu diminati peserta. Dia menyebut jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 1.238 orang, meningkat ketimbang tahun lalu 1.125 peserta. Setelah diseleksi, sebanyak 776 pemain dari Thailand, China Tauwan, Jepang Korea, Jerman, Nepal, Singapura, Malaysia, Hong Kong India, Amerika Serikat, yang lolos seleksi.


"Ini sebuah kepercayaan besar bagi Jaya Raya untuk menjadi salah satu tuan rumah. Tentu kami berharap tidak hanya sukses sebagai penyelnggara, tetapi juga gemilang dengan prestasi pemain-pemain junior Indonesia terutama dari Jaya Raya," kata Tony dalam jumpa pers di Kantor Jaya, Sarinah, Jumat (26/4/2019).

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, mengatakan kejuaraan ini tak hanya ajang untuk mencari poin tapi juga memantau peta kekuatan masing-masing negara.

Turnamen bulutangkis Junior Grand Prix itu memiliki gengsi yang cukup tinggi karena hanya diselenggarakan empat kali selama setahun, yakni dua di Asia dan dua di Eropa. Pemain junior papan atas dunia dipastikan akan hadir karena turnamen ini poin yang dapat nilainya hanya satu level di bawah kejuaraan dunia.

"Ini merupakan kejuaraan atlet-atlet muda tak hanya untuk mengevaluasi tapi peta kekuatan atlet karena ini poinnya masuk poin BWF. Selain itu, ini sangat penting dan menjadi gambaran peta bulutangkis masing-masing negara. Kami juga mendapat pengalaman baik dan poin tidak hanya junior maupun senior," kata Susy.

Ketua Umum PB Jaya Raya, Rudy Hartono, mengungkapkan hal senada. Dia bilang sebagai tuan rumah, Indonesia lebih diuntungkan karena kejuaraan junior mempengaruhi cepat tidaknya pemain muda bisa tampil di ajang bergengsi.

"Kalau senior begitu banyaknya sampai pemainnya kecapaian. Makanya klub Jaya Raya, klub lainnya, bahkan pemain Indonesia diuntungkan.Saya harap jangan berhenti karena tak gampang," kata Rudy.

"Karena itu berterimakasih kepada pembangunan yang support sampai tiga tahun dan saat ini keempat kami mengadakan. Padahal China, Thailand, Singapura, dan Jepang tak ada," ujarnya.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com