detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 17 Jun 2019 18:59 WIB

Tampil Buruk di Australia, Fajar/Rian Harus Bayar di Indonesia Terbuka

Mercy Raya - detikSport
Fajar Alfian/M. Rian Ardianto diminta untuk membayar kegagalan Australia Terbuka di Indonesia Open 2019.  (Grandyoz Zafna/detikSport) Fajar Alfian/M. Rian Ardianto diminta untuk membayar kegagalan Australia Terbuka di Indonesia Open 2019. (Grandyoz Zafna/detikSport)
Jakarta - Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengalami penurunan perfoma di Australia Terbuka 2019. Pelatihnya, Herry Iman Pierngadi, meminta agar mereka membayarnya di Indonesia Terbuka.

Indonesia Terbuka 2019 berlangsung di Istora, Senayan, 16-21 Juli. Mereka diminta untuk memaksimalkan waktu tersisa menuju turnamen bulutangkis BWF 1000 itu.

"Saya rasa kalau main di Indonesia Terbuka dengan atmosfer yang berbeda, mainnya di kandang, tentu semangatnya pasti beda. Itu pengaruh sekali," kata Herry saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Senin (17/6/2019).


"Cuma kembali lagi ada pemain yang kadang di kandang bisa 'gila', ada juga pemain yang main jadi 'kucing'. Nah, kalau menurut saya selama ini Fajar/Rian kalau main di Indonesia cukup baik," dia menjelaskan.

"Apalagi, suporternya satu gedung dan saya yakin sebagian besar penonton di Istora energinya positif semua," dia menambahkan.

Dalam arti, jika penonton bisa mentransfer energi positifnya kepada pemain buka tak mungkin hasil yang diberikan bakal baik.

"Sebenarnya tanpa harus diminta mendukung publik pasti memberi semangatnya. Kalau ada yang bully paling cuma di media sosial, tapi di Istora tak ada yang bully dan sebagian besar mereka energinya positif semua," kata Herry.



Tampil Buruk di Australia, Fajar/Rian Harus Bayar di Indonesia Terbuka
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com