detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 18 Jun 2019 14:10 WIB

Richard Mainaky Buka-bukaan Masalah di Ganda Campuran

Mercy Raya - detikSport
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti masih memiliki banyak kekurangan. (Pradita Utama/detikSport) Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti masih memiliki banyak kekurangan. (Pradita Utama/detikSport)
Jakarta - Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, mengungkapkan dua permasalahan utama yang dialami Praveen Jordan dkk selama enam bulan terakhir. Apa itu?

Kecuali Tontowi Ahmad dan Winny Oktavina Kandow, dua ganda campuran lain Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, dinilai belum memenuhi standar kelincahan hingga daya tahan yang kurang. Paling anyar, saat di Australia Terbuka, Praveen/Melati kembali harus menjadi runner up setelah dikalahkan pemain ganda China, Wang Yilyu/Huang Dongpung, dua gim langsung 15-21 dan 8-21.

Sementara, Hafiz/Gloria harus puas di perempatfinal setelah dikalahkan pasangan Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Mereka juga kalah dua gm 20-22 dan 14-21.


"Setelah berjalan selama enam bulan, juga melihat langsung di pertandingan Piala Sudirman, kesabaran dan rajin masih kurang. Bukan rajin latihan, tapi soal bola-bola atas itu harus rajin. Kalau main reli harus rajin enggak kendor, enggak mati, dan harus sabar. Kalau kita, selama ini, kalau enggak mati, kurang sabar. Nah, itu kaitannya sama daya tahan. Itu untuk evaluasi pemain putra," kata Richard di Pelatnas PBSI, Cipayung, Selasa (18/6).

"Sementara itu, pemain putri lebih banyak untuk kelincahan. Liliyana Natsir enggak terlalu lincah, tapi dia punya kualitas yang bisa menutupi. Begitu juga dengan Debby Susanto, tapi sekarang kami punya atlet yang postur tubuhnya macam-macam. Seperti, Gloria Emanuelle Widjaja tinggi, tapi kaki cuma satu step satu step. Makanya, dulu untuk fisik sama semua, sekarang diubah. Kalau enggak hasilnya begitu-begitu lagi," dia menjelaskan.

Richard bilang sudah menemukan formula untuk mengatasi dua persoalan itu, hanya saja, dia membutuhkan waktu untuk membuat pemain tampil ideal. Kalau pun bisa kelihatan dampaknya saat di Indonesia Terbuka 2019.

"Saya sudah harus menambahkan porsi itu. Mungkin tahun depan bakal lihat hasilnya. Bisa berbuah tahun depan. Indonesia Terbuka bisa sedikit ada perubahan tapi kalau bisa berubah bagus musuh kan kaget. Dan itu tidak lain untuk persiapan olimpiade sendiri," katanya.

"Untuk mental sama, nggak ada masalah. Kalau kemarin di Sudirman Cup, Hafiz/Gloria tegang wajar karena pertama. Ucok (Praveen) bisa membawa Melati sampai segitu bagus," dia menambahkan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com