detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 20 Jun 2019 18:43 WIB

Indonesia Terbuka 2019: Pemain Diminta Manfaatkan Keuntungan Jadi Tuan Rumah

Mercy Raya - detikSport
Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon saat menjuarai Indonesia OPen 2019 (Grandyos Zafna) Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon saat menjuarai Indonesia OPen 2019 (Grandyos Zafna)
Jakarta - Bermain di depan pendukung sendiri membuat pebulutangkis Indonesia sudah diuntungkan sampai 50%. Oleh PBSI, pemain diharap bisa memanfaatkanya untuk jadi juara.

Indonesia Terbuka 2019 akan bergulir bulan depan. Digelar di Istora, Senayan, 16-21 Juli 2019, Turnamen BWF World Tour Super 1000 ini juga menjadi salah satu ajang kualifikasi Olimpiade 2020 di Tokyo.

Dengan kondisi seperti itu, persaingan di Indonesia Terbuka dipastikan berlangsung sengit. Meski begitu, pemain-pemain Indonesia diharapkan bisa mempersembahkan titel juara.

Bermain di Istora akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Menurut Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Susy Susanti, Indonesia sudah menyimpan peluang 50 persen merebut gelar juara dengan bermain di kandang.



"Pastinya tahun ini merupakan tahun penting. Otomatis semua pemain elit akan hadir, persaingan ketat dan seru lah. Apalagi, kebutuhan untuk meloloskan pemain ke Olimpiade itu yang menjadi target penting mereka juga kami. Bukan hanya juara tapi poinnya," kata Susy kepada detikSport ketika ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Dilanjutkan Susy, masa persiapan yang panjang harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pemain. Dengan demikian, target untuk menyamai target tahun lalu bakal tercapai.

Di Indonesia Terbuka 2018, skuat Merah Putih merebut dua gelar di nomor ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.



"Saya tidak mau pesimistis tapi juga tak mau takabur. Kami akan berusaha keras untuk itu dengan usaha yang sebenar-benarnya," ujar dia.

"Tapi paling enggak karena tuan rumah, 50 persen keuntungan sudah di tangan kita. Suporter mendukung, kenapa mesti takut. Tinggal dari pemain kitanya berpikir positif karena secara teknik ada penguasaan," dia menambahkan. (din/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com