detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 21 Jul 2019 10:30 WIB

Kecewa Hasil Tunggal Putra di Indonesia Open, Taufik: Harga Mati Ganti Pelatih

Femi Diah - detikSport
Taufik Hidayat kecewa dengan hasil Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di Indonesia Open 2019. (Wahyu Putro A / Antara)
Jakarta - Taufik Hidayat kecewa dengan hasil Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di Indonesia Open 2019. Dia menuntut pelatih tunggal putra pelatnas PBSI dicopot.

Anthony dan Jonatan tak melaju jauh di Indonesia Open. Anthony malah kandas di babak kedua turnamen bulutangkis berhadiah total Rp 17,4 miliar itu. Dia disingkirkan pemain nonunggulan dari Thailand Kantaphon Wangcharoen.

Sementara itu, Jonatan selangkah lebih maju. Dia terhenti di babak perempatfinal usai ditumbangkan oleh Chou Tien Chen dari Taiwan, yang hari ini tampil di final.


Taufik menyebut hasil duo tunggal putra pelatnas itu sebagai indikator ada yang salah dengan pola kepelatihan di pelatnas. Barisan pelatih tidak jeli mengasah kelebihan dan mendongkrak kekurangan masing-masing pemain. Situasi itu akan berbahaya untuk Indonesia menuju Olimpiade 2020 Tokyo.

"Harga mati untuk pergantian pelatih dan pelatih fisik. Olimpiade tinggal setahun lagi. Untuk masuk olimpiade saya yakin masuk 16 besar (di akhir periode Kualifikasi Olimpiade), tapi medali emas?" kata Taufik yang dihubungi detikSport, Minggu (21/7/2019).

"Tidak mungkin dalam setahun (menuju olimpiade) mengganti pelatih, sebaiknya mengganti pelatih, pelatih teknik dan pelatih fisik,"dia menegaskan.

"Ini bermain di rumah sendiri lo, bagaimana kalau tampil di negeri orang," pemilik medali emas Olimpiade 2004 Athena itu.

Taufik menilai Anthony dan Jonatan seharusnya bisa bermain lebih sip jika ditangani pelatih yang betul-betul mengenal potensi mereka. Sehingga, tak kedodoran saat harus menjalani laga tiga gim.

"Secara teknik, fisik, mental itu harusnya bisa diperbaiki. Mental dan fisiknya enggak stabil, enggak tahan bermain lama. Kaki dan dan pikiran enggak sinkron pada gim ketiga," ujar Taufik.

"Begitu pula Jonatan, saat memasuki gim ketiga, dia sudah enggak bisa bergerak cepat, dia cuma bisa jalan kaki untuk mengejar bola. Sangat terlihat fisiknya kurang," Taufik membeberkan.

Selain itu, Taufik berharap agar PBSI tak membebani pemain dengan tekanan pribadi, khususnya kepada Anthony. Tapi, Taufik belum bersedia membeberkan tekanan itu secara detail.



Simak Video "Taufik Hidayat Sebut Kemepora Banyak 'Tikus', Menpora Buka Suara"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com