detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 16 Agu 2019 17:46 WIB

Gregoria dan Fitriani Harus Main Lepas tapi Berani di Kejuaraan Dunia

Mercy Raya - detikSport
Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani diminta main lepas dan percaya diri di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 (Foto: dok. Humas PBSI) Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani diminta main lepas dan percaya diri di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 (Foto: dok. Humas PBSI)
Jakarta - Dua tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani, akan berlaga di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Sang pelatih, Rionny Mainaky, punya pesan khusus.

Kejuaraan Dunia Bulutangkis akan dilangsungkan di Basel, Swiss, pada 19-25 Agustus. Gregoria dan Fitriani berpotensi bertemu pemain unggulan di babak-babak awal.

Gregoria, yang mendapat bye di babak pertama, akan melawan pemenang dari duel antara Busanan Ongbamrungphan dan Chloe Birch. Jika bisa melewati babak kedua, Gregoria berpotensi bertemu Ratchanok Intanon.

Sementara itu, Fitriani akan melawan Yvonne Li di babak pertama. Kalau mampu mengalahkan wakil Jerman itu, Fitriani akan menantang unggulan kedua, Tai Tzu Ying, yang dapat bye di babak pertama.


Menurut Rionny, undian ini menjadi tantangan buat kedua atletnya, tapi bukan berarti tak ada peluang. Karena itu, ia berpesan agar Gregoria dan Fitriani bermain lepas.

"Yang terpenting harus bermain lepas, hal-hal non-teknis dan lain-lainnya dibuang. Jadi, biar tidak ada beban. Kalau melawan pemain (level) di atasnya, jangan sampai berpikir lawannya berat," kata Rionny ketika ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

"Jadi agar tidak berpikiran seperti itu, kami harus punya rencana di setiap langkah. Dari terima servis dia sudah tahu mau bagaimana. Jadi, pasti hilang pikiran lawan lebih kuat dan lainnya. Kalau dia sudah siap duluan dan lawan belum siap, nah itu kesempatan untuk unggul lebih dulu," dia menambahkan.


Bukan cuma bermain tanpa beban, Gregoria dan Fitriani juga harus menunjukkan rasa percaya diri di atas lapangan.

"Mereka juga harus lebih berani, kalau dia nunduk, dia harus menatap mata lawan. Lebih melihatkan kepada lawan kalau dia tidak takut dan tidak ragu-ragu dan kepercayaan dirinya tidak hilang," lanjut Rionny.

"Kepercayaan diri dan fokus, ada kondisi apapun atau membuat kesalahan jangan memperlihatkan (gestur) ke lawan. Anggap saja kehilangan satu bola wajar, nanti ambil lagi (poin)," ujar adik dari Richard Mainaky ini.



Simak Video "Tiga Wakil Indonesia di Semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com