detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 29 Agu 2019 14:47 WIB

Ini Evaluasi Pelatih Ganda Putra Usai Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Mercy Raya - detikSport
Herry Iman Pierngadi, pelatih pelatnas bulutangksi ganda putra, puas enggak paus dengan pencapaian anak asuhnya di Basel. (Grandyos Zafna/detikSport) Herry Iman Pierngadi, pelatih pelatnas bulutangksi ganda putra, puas enggak paus dengan pencapaian anak asuhnya di Basel. (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Pelatih pelatnas ganda putra, Herry Iman Pierngadi, tak sepenuhnya puas dengan satu medali emas dan satu perunggu dari Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Kenapa?

Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 berakhir pada 25 Agustus dengan Indonesia merebut satu gelar juara dan dua medali perunggu. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi kampiun setelah mengalahkan ganda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di Basel pada 25 Agustus. Sementara itu, perunggu dipersembahkan oleh Fajar Alfian/Mohammad Rian Ardianto dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Sementara itu, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon gagal total dengan terhenti di babak kedua sebagai laga perdana yang mereka jalani. Hasil tersebut merupakan pencapaian terburuk mereka, setelah dalam dua edisi sebelumnya mereka kandas di perempatfinal Kejuaraan Dunia 2017 dan 2018.


"Evaluasi apa ya? Kan juara, hahaha. Yang perlu dievaluasi ya dengan Minions ya. Minions kalah, tapi memang kami agak sedikit kurang apa ya, karena babak pertama tak terlalu fokus, terlalu fokus ke Korea Selatan. Ternyata, Korea mempunyai senjata servis lamanya, sama nyolongnya itu," kata Herry saat berbincang dengan detikSport, Kamis (29/8/2019).

"Tetapi, saya ambil sisi positifnya dengan kekalahan Minions kan, bukan hanya saya sebagai pelatih, pemainnya Marcus/Kevin, dunia juga kaget bisa kalah. Jadi, ada bagusnya, saya tersentak jadi saya wah ini mesti dijagai nih, mesti waspada. Ternyata syukur lah, puji Tuhan Fajar sama Rian bisa mengalahkan mereka (lawan yang mengalahkan Minions)," dia menjelaskan.

"Di semifinal pun, Fajar/Rian kalahnya sama yang juara. Kalau di satu sisi ketemunya Jepang, saya rasa ada kans juga mereka bisa menang (juara)," ujar dia.

"Tetapi saya rasa grafik Fajar/Rian memang belum bisa dibilang stabil, tapi untuk Kejuaraan Dunia 2019 ini mereka memenuhi target, mereka masuk semifinal," Herry menambahkan.



Simak Video "Masuk Final, Hendra/Ahsan Vs Kevin/Marcus di Denmark Open 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com