detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 30 Agu 2019 15:15 WIB

Terluka dengan Hasil Kevin/Marcus di Kejuaraan Dunia, Herry IP Petik Pelajaran

Mercy Raya - detikSport
Herry Iman Pierngadi, pelatih pelatnas ganda putra, kecewa dengan hasil Minions di Kejuaraan Dunia bulutangkis 2019, namun...(Grandyos Zafna/detikSport) Herry Iman Pierngadi, pelatih pelatnas ganda putra, kecewa dengan hasil Minions di Kejuaraan Dunia bulutangkis 2019, namun...(Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Pelatih pelatnas PBSI ganda putra, Herry Iman Pierngadi, kecewa berat dengan kekalahan dini Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Dia mengambil pelajaran penting dari hasil anak asuhnya tersebut.

Kevin/Marcus gagal total di Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Tampil sebagai unggulan pertama, Minions terhenti di babak kedua sebagai laga perdana yang mereka jalani.

Hasil tersebut merupakan pencapaian terburuk, setelah dalam dua edisi sebelumnya mereka kandas di perempatfinal Kejuaraan Dunia 2017 dan 2018. Padahal, mereka sempat digadang-gadang meraih gelar juara dunia.


"Kalau dibilang kecewa ya kecewa karena kalahnya tragis banget. Itu di luar perkiraanlah. Kalah sama Korea di babak kedua dan pertama kali main, itu, di luar perkiraan," kata Herry saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jumat (30/8/2019).

"Tapi, saya ambil sisi positifnya dengan kekalahan Kevin/Marcus di babak awal itu menjadi peringatan saya sebagai pelatih. Wah ini Korea mesti diperhatikan nih. Tak hanya saya, dunia badminton, 'Wah kalah kenapa nih, pasti semua memperhatikan," dia menjelaskan.

"Saya ambil positifnya saya mengamati kembali pasangan-pasangan yang menjadi pesaing Indonesia. Jangan terlalu terlena, kalau kami sudah di atas, ini pasti all Indonesia final, all Jepang, tak boleh. Makanya saya selalu ingatkan ke pemain, walau di atas jangan terlena, tidak hanya pemain, pelatih juga jangan terlena," ujar pelatih yang karib disapa coach Naga Api.

"Makanya saya inginnya mengatur turnamen. Tak bisa semua turnamen juara, pasti ingin juara, tapi harus di atur," ujar dia.

Kendati tak memenuhi ekspektasi dengan kalah di babak pertama, Herry menyebut anak asuhnya sudah bisa mengalihkan fokus.

"Kalau tak berhasil di Kejuaraan Dunia, mungkin rezekinya bukan di sana karena kalahnya tak jauh-jauh amat. Kekalahan mereka dari servis spektakuler, dicolong dicuri, kalau normal mungkin ceritanya lain. Tapi itu jadi pelajaran buat kami," kata pelatih berusia 57 tahun ini.

"Mereka tak terpukul cuma belum rezekinya. Ya sudah persiapan lagi saja ke China. Karena kedua orang ini menurut saya tak gampang ngedrop, nge-down, mereka kalah ya sudah. Kalah latihan lagi, motivasi lagi, tak terlalu berlarut-larut. Tak berlebihanlah," Herry menambahkan.



Simak Video "Masuk Final, Hendra/Ahsan Vs Kevin/Marcus di Denmark Open 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com