detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 04 Sep 2019 17:25 WIB

Soal Peluang ke Olimpiade 2020, Ahsan: Fokus Kualifikasi Dululah

Mercy Raya - detikSport
Mohammad Ahsan (Kanan) berfokus kualifikasi Olimpiade 2020 usai juara dunia. (Agung Pambudhy/detikSport) Mohammad Ahsan (Kanan) berfokus kualifikasi Olimpiade 2020 usai juara dunia. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Juara dunia Mohammad Ahsan berhasrat tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Makanya, dia berfokus untuk lolos kualifikasi terlebih dulu.

Bersama Hendra Setiawan dengan berkiprah sebagai pasangan mandiri, Ahsan belum kendur. Mereka justru menguasai panggung All England dan menjadi juara dunia 2019. Kini, The Daddies, julukan untuk Hendra/Ahsan, mengisi peringkat kedua dunia, cuma kalah dari Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Laju Hendra/Ahsan membuat persaingan ganda putra Indonesia menuju Olimpiade 2020 sengit. Merah Putih juga memiliki Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang juga masuk rencana ke Olimpiade. Dengan pembatasan dua pasangan per negara, itu pun dengan syarat dua pasangan ada di peringkat delapan besar saat akhir periode kualifikasi, persaingan akan sangat ketat.

Status Hendra/Ahsan sebagai pemain mandiri membuat pemilihan pemain bakal kian sulit. Apalagi, hingga saat ini, PBSI belum memastikan sistem yang bakal digunakan untuk menentukan wakil ke Olimpiade 2020 dengan situasi semacam itu.

Ahsan relaks menghadapi situasi tersebut. Fokusnya mengumpulkan poin demi poin Olimpiade 2020 tak terganggu.


"Pastinya, saya dan Koh Hendra menujunya ke sana, targetnya ke sana. Tetapi, perjalanan masih panjang, target kami lolos kualifikasi dulu. Mungkin itu satu-satunya medali yang belum saya dapat dan saya harus meredam ambisi itu (supaya tidak berlebihan), seperti turnamen-turnamen sebelumnya," kata Ahsan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Rabu (4/9/2019).

Ahsan menyadari konsekuensi ambisi itu. Mereka tak bisa pilih-pilih turnamen karena tuntutan untuk para pemain berperingkat pertama sampai 10 dunia wajib mengikuti minimal 12 turnamen BWF World Tour Super mulai 500 sampai 1000.

"Jadi kalau untuk pengaturan pengiriman Hendra/Ahsan (sulit) karena itu wajib dan jika tidak diikuti akan denda. Dari sisi lainnya, jika nanti memang poin road to Olympic masih kurang baru kami atur turnamen level 300, mungkin level 100, jika memang kurang," pelatih pelatnas PBSI ganda putra, Herry Iman Pierngadi, menjelaskan.

"Nah, ini sudah setengah jalan. Menurut perkiraan saya sih 50 persen sudah mencerminkan siapa yang masuk bursa Olimpiade," ujar dia.



Simak Video "Hendra/Ahsan Juara Dunia Bulutangkis, Wiranto: Tua-tua Keladi"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com