detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 04 Sep 2019 19:57 WIB

Karena Putri Mohammad Ahsan Ketagihan Ikut Naik Podium

Mercy Raya - detikSport
Mohammad Ahsan dan putrinya Chayra. (Agung Pambudhy/detikSport) Mohammad Ahsan dan putrinya Chayra. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Mohammad Ahsan buka-bukaan tentang tanggung jawab sebagai ayah sekaligus atlet berprestasi. Pasangan Hendra Setiawan itu menyebut ada kebanggaan ketika anaknya menyaksikan ia naik podium tertinggi.

Saat tampil di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 dan tampil bersama Hendra Setiawan, Ahsan tampil saat berusia 32 tahun. Ahsan juga berstatus sebagai ayah dua anak saat mencetak hat-trick juara dunia. Dua anaknya bernama Maritza Chayra Ahsan dan King Arsakha Ahsan.

Kendati tak lagi muda dan sudah menjadi ayah, mereka mulus ke final dan menuntaskan ajang itu sebagai juara. Hendra/Ahsan meraih medali emas usai memenangi final di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, 19-25 Agustus dengan mengalahkan pasangan muda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam tiga gim, 25-23, 9-21, 21-15.


"Pasti beda ya dulu belum keluarga. Motivasi sebenarnya sih awal-awalnya sama, tapi belakangan mesti diubah. Tanggung jawab lebih besar meski memang rada susah seperti anak minta antar sekolah tapi enggak bisa (waktunya). Jadi ini yang kami tanamkan juga sama Koh Hendra. Kami punya keluarga tapi harus kami maksimalkan juga apa yang ada di sini," kata Ahsan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Rabu (4/9/2019).

Selain itu, Ahsan menyebut keinginan anak-anaknya untuk ikut naik podium menjadi salah satu motivasi untuk menjadi juara. Ahsan mengakui target dari sang anak itu lebih berat ketimbang target yang diberikan induk federasi.

"Tentu ingin juga mereka (anak-anak) punya kebanggaan melihat orang tuanya bisa naik podium, soalnya mereka sudah mulai mengerti. Apalagi, anak paling besar juga ingin banget naik podium. (Secara tak langsung) Itu kan jadi beban buat saya juga, harus juara atau minimal runner-up," Ahsan menjelaskan.

Padahal saat itu, dia dan Hendra baru merintis kembali sebagai pasangan pada Desember 2017. Tahun sebelumnya, Hendra berduet dengan pebulutangkis Malaysia, Tan Boon Heong. Sementara Ahsan, berpasangan dengan Rian Agung Saputro.

"Iya saya sih bilang sama anak, banyak doa saja. Akhirnya, kesampaian bisa juara (Malaysia International Challenge 2018), naik podium, bebannya tak ringan itu. lebih berat dari (target) PBSI," ujar dia kemudian tertawa.

Selain itu, Ahsan juga lebih ngotot tiap manggung karena XChayra sudah bisa menganalisis penampilan lawan-lawannya. Tapi, dengan begitu, dia bisa dengan menjelaskan dengan mudah ketika anak-anaknya merajuk saat ditinggal lama untuk mengikuti turnamen.

"Kemarin saat final lawan pasangan Jepang, anak saya bilang, 'Itu om yang Jepang kalah ya? Iya. Enggak fokus ya mainnya mereka? Dia menyeletuknya begitu," katanya.

"Ada lagi, anak bilang sudah tak sabar mau peluk babah. Saya bilang,'Sabar babah bertanding dulu,'. Jadi, anak ingin saya cepat-cepat pulang ini. Ya, mungkin anak kangen jadi meluapkan rasa kangennya dengan seperti itu. Kalau pulang cepat kan berarti saya enggak naik podium," kata dia.



Simak Video "Hendra/Ahsan Juara Dunia Bulutangkis, Wiranto: Tua-tua Keladi"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com