detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 08 Sep 2019 17:00 WIB

KOI Bersedia Jadi Penengah PB Djarum dan KPAI

Mercy Raya - detikSport
Foto: Dok. PB Djarum Foto: Dok. PB Djarum
Jakarta - Keputusan PB Djarum Kudus untuk menghentikan audisi umum bulutangkis mulai tahun depan direspons Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Mereka siap menjadi penengah.

PB Djarum menghentikan acara audisi umum setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengganggap mereka melakukan eksploitasi pada anak-anak. Padahal, ajang itu sudah digelar sejak 2006 dan tiap tahun.

Menanggapi itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, prihatin ketika terjadi perbedaan antara Perkumpulan Bulu tangkis Djarum (PB.Djarum) dan Komisi Perlindungan Anak (KPAI). Oleh sebab itu, sebagai Erick ingin mencari jalan tengah atas perbedaan kedua lembaga yang sebenarnya ingin sama-sama membangun bangsa Indonesia ini.

Erick menilai, di satu sisi KPAI ingin memberikan perlindungan kepada anak, namun di sisi lain olahraga Indonesia saat ini masih sangat bergantung dari peran dunia usaha, dalam upaya membantu pembibitan atlet maupun prestasi olahraga Indonesia.


"Kami secara internal akan berdiskusi dan kemudian memanggil kedua pihak untuk duduk bersama. Sebab, PB. Djarum maupun KPAI memiliki tujuan yang sama ingin membangun negara tercinta ini. Keduanya merupakan dua lembaga yang sama-sama dibutuhkan untuk bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, saya ingin kedua pihak duduk bersama sehingga mendapatkan solusi terbaik untuk bangsa kita khususnya dunia olahraga." kata Erick dalam rilis yang diterima detikSport, Minggu (8/9/2019).

Erick yang juga anggota Dewan Olimpiade Dunia ini menambahkan terlebih cabang olahraga bulu tangkis hingga saat ini menjadi satu-satunya cabang olahraga yang mampu menyumbang medali emas bagi Indonesia di kancah Olimpiade.

"Saya ingin kita semua tidak terjebak dalam pemikiran yang berbeda tanpa adanya solusi untuk membangun bangsa Indonesia." ujar dia.

Simak Video "KPAI dan PB Djarum Berdamai, Audisi Jalan Terus!"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com