detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 17 Okt 2019 18:48 WIB

Tatap Olimpiade Tokyo 2020, PBSI Teken Kerja Sama dengan Kumamoto

Eko Susanto - detikSport
Sekjen PBSI Achmad Budiharto (kaus merah) bersama Director General Kumamoto Badminton Association Osami Mizuno. (Foto: Eko Susanto/detikSport) Sekjen PBSI Achmad Budiharto (kaus merah) bersama Director General Kumamoto Badminton Association Osami Mizuno. (Foto: Eko Susanto/detikSport)
Jakarta - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) meneken kerja sama dengan prefecture Kumamoto, Jepang. Kerja sama dijalin terkait penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020.

Penandatanganan naskah kerja sama tersebut dilakukan Sekjen PBSI Achmad Budiharto dan Director General Kumamoto Badminton Association Osami Mizuno. Acara tersebut dilangsungkan di Media Center GOR Djarum Magelang, Kamis (17/10/2019).

Dari kerja sama ini, Indonesia akan mendapatkan tempat untuk beradaptasi dengan Jepang sebelum Olimpiade digelar. Kumamoto bahkan memberikan fasilitas lengkap dan setelah berbagai pertimbangan, PBSI menilai penawaran mereka adalah yang terbaik.


"Jadi setiap kali ada Olympic itu ada masa kita adaptasi dengan kondisi daerah. Seperti pada waktu Olympic di Brasil, kita satu bulan sebelumnya sudah ada di sana. Nah, kalau ini berbeda, kalau dulu (Brasil) kita harus susah payah mencari tempat, kalau sekarang justru beberapa provinsi memberikan penawaran kepada PBSI untuk menjadi tuan rumah," kata Budiharto usai menandatangi kerja sama di GOR Djarum Magelang, Kamis (17/10/2019).

"Setelah kita mengevaluasi dan mengkaji semua yang ditawarkan, kita memilih Kumamoto sebagai lokasi untuk nanti kita adaptasi sebelum Olympic itu berlangsung. Kita akan di Kumamoto mulai tanggal 2 Juli sampai 19 Juli 2020. Jadi sebelum masuk ke camp, karena ke camp itu akan masuknya tanggal 23 Juli. Kita sebelum masuk ke camp adaptasi dulu di sana latihan dari tanggal 2 Juli sampai 19 Juli."

"Kumamoto akan menanggung biaya mulai dari sampai Tokyo, kemudian dari Tokyo ke Kumamoto bolak-balik itu pesawat ditanggung untuk 35 orang. Yang bertanding kita perkirakan maksimal 16, tapi tim pendukung bisa jadi kita sekitar 19 orang sampai 20 orang, nanti tergantung yang bertanding nanti berapa," tuturnya.

Kumamoto akan memberikan fasilitas lengkap mulai dari tempat latihan, penginapan, makan, peralatan latihan termasuk shuttlecock dan senar, hingga urusan cucian. PBSI merasa sangat terbantu, karena menekan pengeluaran.


Timbal baliknya adalah, atlet Indonesia akan melakukan meet and greet dengan masyarakat dan bermain bersama anak-anak setempat.

"Dibandingkan dengan pada waktu di Brasil, kita tahu setiap kali ada Olympic semua harga naik bisa 5 sampai 10 kali lipat. Itu yang cukup meringankan buat kita, dan itu saya kira penawaran dari Kumamoto ini sangat baik kepada kita," sambung Budiharto.

"Kita kompensasinya adalah nanti akan disebutkan sebagai patner di sana, kemudian kita akan adakan para bintang kita meet and greet dengan masyarakat sana, termasuk ada beberapa anak-anak akan bermain bareng. Harapan pasti tim kita bisa akan berlatih dengan baik dan tenang, difasilitasi dengan bagus, memberikan prestasi yang baik juga," tuturnya.


Sementara itu, Osami Mizuno menjelaskan bahwa Kumamoto sebenarnya sudah lama mengincar kerja sama dengan PBSI. Mereka melihat di dunia bulutangkis, Indonesia adalah yang terbaik.

"Menurut pihak Kumamoto, mereka mikir bulutangkis Indonesia adalah nomor satu di dunia. Jadi sejak 5 tahun yang lalu, sudah merencanakan untuk mengundang timnas Indonesia ke Kumamoto," kata Osami.

"Kumamoto senang dengan tim PBSI. Kami siap melayani para pemain dan orang PBSI dengan yang terbaik," ujarnya.




Simak Video "Soal Pencurian Umur, Atlet Bisa Kehilangan Masa Emasnya"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com