detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 01 Nov 2019 18:41 WIB

Di Fuzhou China Open, Gregoria dan Fitriani Harus Fokus, Fokus, Fokus!

Mercy Raya - detikSport
Fitriani diminta fokus di Fuzhou China Open 2019. (Hafidz Mubarak/pd/Antara) Fitriani diminta fokus di Fuzhou China Open 2019. (Hafidz Mubarak/pd/Antara)
Jakarta - Tunggal putri nasional Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani diturunkan di Fuzhou China Open 2019. Mereka diminta untuk tampil habis-habisan dan menunjukkan fokus.

Turnamen bulutangkis BWF World Tour 750 Fuzhou China Open berlangsung di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, China, 5-10 November. Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menurunkan 15 wakil, termasuk Gregoria dan Fitriani.

Menilik hasil undian, Grogoria berada di bagan atas dan relatif kurang menguntungkan. Di babak pertama dia akan lebih dulu bertemu tunggal Amerika Serikat, Zhang Beiwen. Jika lolos, dia akan berhadapan pemenang antara unggulan satu Tai Tzu Ying atau juara China Open 2019 Carolina Marin.

Sementara itu, Fitriani lebih dulu berhadapan dengan Nitchaon Jindapol. Jika berhasil, pemain berperingkat 28 dunia ini akan bertemu pemenang dari tunggal China, Chen Xiao Xin dengan unggulan empat Nozomi Okuhara.


"Kalau melihat undian Gregoria ketat. Dia selalu mendapat yang keras. Kalau bisa lewati Zhang dulu," kata Rionny di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

"Makanya, kalau tanya target jangan bicara tinggi, lawannya saja sudah. Kalau target memang terkesan seperti halusinasi, tapi kami latihan untuk juara. Bukan untuk babak pertama, babak kedua, babak ketiga. Nanti lolos babak 8 besar terus sudah. Misal menang dari unggulan (jangan) enggak langsung puas dan hilang motivasi," dia menjelaskan.

Turnamen China Open menjadi turnamen terakhir buat Gregoria Cs. Mereka dipersiapkan juga untuk SEA Games di Filipina, 30 November-11 Desember 2019.

"Fuzhou (ini menjadi yang ) terakhir. Saya minta kalau sudah memimpin dan mau menang tetap tenang. Tetap konsentrasi dan mereka sudah tahu soal itu. Saya nggak perlu ngomong lagi," katanya.

"Ya, karena diminta untuk persiapan SEA Games. Mungkin untuk sementara poin (Olimpiade) akan bertahan di situ. Tahun depan mesti tembus (16 besar), sudah nggak boleh main-main. Harus dicari solusi bagaimana dan apa, harus semangat supaya tembus," dia menambahkan.





Simak Video "Pulang Kampung, Rionny Mainaky Latih Tunggal Putri"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com