detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 22 Nov 2019 15:23 WIB

SEA Games 2019 Mepet BWF Finals, Bagaimana PBSI Bagi Kekuatan?

Mercy Raya - detikSport
Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti (Femi Diah/detikSport) Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti (Femi Diah/detikSport)
Jakarta - Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dituntut membagi kekuatan dengan pelaksanaan SEA Games 2019 Filipina dan BWF World Tour Finals 2019 di Guangzhou yang mepet. Seperti apa?

Bulutangkis di SEA Games bergulir 1-9 Desember. Di bulan yang sama, para pemain top dunia juga ditunggu turnamen besar BWF Wolrd Tour Finals di Guangzhou, China, 11 sampai 15 Desember.

Kondisi tersebut memaksa PBSI untuk menyiapkan strategi agar meraih hasil maksimal di pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia Tenggara itu. Apalagi, PBSi diminta untuk bisa meraih minimal dua emas di SEA Games sedangkan di BWF Tour Finals satu gelar juara.

"Tidak semua diturunkan di SEA Games 2019, kami bagi tugas. Ada yang main SEA Games, ada yang World Tour Finals," kata Susy Susanti, kabid binpres PP PBSI.


Di SEA Games, PBSI menurunkan empat tunggal putra (Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, Firman Abdul Kholik, dan Anthony Sinisuka Ginting) kemudian tiga tunggal putri (Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, dan Ruselli Hartawan), empat pemain ganda putra (Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Wahyu Nayaka Arya, dan Ade Yusuf), lima ganda putri (Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Siti Fadia Silva, Ribka Sugiarto, dan Ni Ketut Mahadewi) serta ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Rinov Rivaldi/Phita Haningtyas Mentari.

Sementara itu skuat Indonesia ke BWF World Tour Finals diisi oleh tunggal putra Jonatan dan AnthonyKevin, ganda putra Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, ganda putri Greysia/Apriyani, ganda campuran Praveen/Melati dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle.

"Kami tetap memproritaskan dua-duanya, tapi kalau kita bicara poin, final superseries itu poinnya jauh lebih besar. Intinya, kalau dibilang penting, saya tak bicara SEA Games tak penting, tapi sesuai target, (itu) kenapa kami bagi kekuatan," dia menjelaskan.

"Makanya, ada perubahan komposisi di SEA Games 2019, Anthony Ginting masuk untuk menggantikan posisi Daniel Marthin. Karena selama masih ada di long list kami masih bisa masukan namanya. Kemarin itu yang terakhir karena kami ingin memperkuat di nomor tim putranya," ujarnya.

Lebih lanjut Susy menjelaskan, PBSI juga tak ingin kehilangan momentum juara bertahan di nomor beregu di SEA Games Filipina.

"Kami ingin amankan itu (emas) di nomor tim. Tapi Anthony hanya akan bermain di beregu, tidak di perorangan karena dia main di Super Series juga. Jadi komposisinha, di nomor tunggal putra nanti Jonatan Christie dan Anthony Ginting tak turun. Mereka langsung pulang untuk World Tour Final, jadi kekuatan perorangan nomor tunggal putra diberikan kepada Firman Abdul Kholik dan Shesar Vito," dia menjelaskan.

"Itu juga kenapa Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan tak berangkat (ke Filipina) dan kami membawa Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Pada ganda campuran juga begitu, bertumpu pada Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Rinov Rivaldi/Mentari. Itu yang coba kami coba kombinasikan," ujar Susy.

"Tentu kami akan persiapkan atlet sebaik-baiknya. Apalagi super series ini penting banget karena poinnya cukup besar untuk menuju kualifikasi Olimpiade," kata dia.



Simak Video " Hore! Jokowi Bakal Kasih Bonus Buat Atlet SEA Games"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com