detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 21 Jan 2020 17:04 WIB

Evaluasi untuk Ganda Campuran di Indonesia Masters 2020, Terkhusus kepada Praveen

Mercy Raya - detikSport
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dievaluasi setelah tampil di Indonesia Masters 2020. (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tak sepenuhnya puas usai menjadi juara umum di turnamen bulutangkis Indonesia Masters 2020. Capaian ganda campuran penyebabnya.

Indonesia menjadi juara umum usai meraih tiga gelar di turnamen BWF World Tour Super 500 di Istora, Senayan, 14-19 Januari 2020. Tiga titel itu dipersembahkan dari sektor tunggal putra melalui Anthony Sinisuka Ginting, ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Sementara itu, gelar juara tunggal putri menjadi milik pebulutangkis Thailand, Ratchanok Intanon, sedangkan ganda campuran dikuasai unggulan pertama dari China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Tunggal putri Indonesia tak berkutik di rumah sendiri. Fitriani dikalahkan pemain asal China, Han Yue, di babak pertama, begitu pula Ruselli Hartawan yang disingkirkan pebulutangkis Kanada Michelle Li. Gregoria Mariska Tunjung juga gagal melaju ke babak kedua. Dia dikalahkan Akane Yamaguchi (Jepang).

Ganda campuran Indonesia juga tak bisa berbuat banyak. Menurunkan tujuh pasang, dengan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti serta Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi andalan, Indonesia cuma bisa melaju paling jauh di babak perempatfinal. Praveen/Melati dihentikan Thom Marc Giquel/Delphine Aurore Delrue dari Prancis.


Hafiz/Gloria tersingkir lebih awal. Mereka kalah telak dari Zheng/Huang, yang kemudian menjadi juara, dengan skor 14-21, 13-21.

"Ganda campuran sebenarnya peluangnya besar. Saya pikir bisa masuk final karena melihat prestasi dan kemampuan dua-duanya. Tapi, malah kami kalah dari Prancis itu yang bikin saya terkejut," kata Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI Susy Susanti kepada detikSport, Selasa (21/1/2020).

"Tapi, ya itu pertandingan, berarti ganda campuran harus lebih menyiapkan diri lebih baik lagi. Sebab, sebelumnya mereka bisa juara berarti komunikasi dan semangatnya harus lebih ditingkatkan lagi," dia menjelaskan.

Dia pun menyoroti penampilan Praveen yang masih tak konsisten dan cenderung angin-anginan. Susy meminta agar Praveen bisa tampil lebih konsisten.

"Memang perfoma Praveen lagi drop. Dia dalam kondisi yang tidak baik saat melawan Prancis. Kalau saya melihat harusnya bisa (dihadapi) karena lawan terberat mereka sebenarnya kan China. Tapi fokus dan konsisten dia itu yang angin-anginan sehingga kalah dari Prancis," ujarnya.

"Betul, Hafiz/Gloria (lawan unggulan) jadi salah satu faktor tapi itu bukan (masalah) yang terbesar. Saya melihat Hafiz/Gloria memang harus ekstra meningkatkan lagi power serta kelincahannya. Mereka juga butuh teknik untuk menaikkan perfoma dan prestasinya," kata Susy.

"Apalagi, ini sudah setengah jalan dari pertarungan menuju Olimpiade. Poin ranking mereka juga cuma beda 400 dengan poin ranking delapan. Otomatis mereka harus kerja keras sekarang atau tidak sama sekali." dia menambahkan.





Simak Video "Menpora Nengok Jonatan Christie cs Berlatih Demi Olimpiade 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com