detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 24 Jan 2020 20:06 WIB

Eng Hian Cari Cara Redam Emosi dan Ambisi Greysia/Apriyani di Olimpiade

Mercy Raya - detikSport
Foto: Agung Pambudhy/detikSport
Jakarta -

Menjelang Olimpiade 2020 Tokyo, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menyimpan problem terkait beban dan ambisi. Pelatih pelatnas bulutangkis ganda putri, Eng Hian, masih mencari solusinya.

Greysia/Apriyani berpeluang menjadi satu-satunya wakil Indonesia nomor ganda putri di Olimpiade 2020 Tokyo. Mereka kini menempati peringkat tujuh ranking race to olympic.

Bagi Greysia, olimpiade Tokyo akan menjadi pengalaman ketiganya di pesta olahraga terbesar di dunia. Dua Olimpiade sebelumnya, pada 2012 (bersama Meiliana Jauhari) dan 2016 ( Nitya Krishinda Maheswari), pebulutangkis asal manado itu gagal meraih medali.

Merujuk usianya, Greysia akan tampil di olimpiade terakhirnya di Toyo. Sementara itu, untuk Apriyani, olimpiade tahun ini merupakan pengalaman pertamanya di level tertinggi.

Perbedaan situasi itu dinilai menjadi alasan dua pebulutangkis beda usia itu untuk terlalu berambisi meriah medali emas. Eng Hian mencoba mengontrol emosi dua anak asuhnya itu.

"Ini agak PR (pekerjaan rumah) untuk saya. Saya banyak komunikasi dengan Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) dan psikolog soal Greysia/Apriyani. Sebab, untuk Greysia kemungkinan ini bakal menjadi olimpiade terakhirnya dan dia menjadikan ini suatu yang sangat tinggi, jadikan beban, sampai dia tak kuat," kata Eng Hian ketika ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, kepada detikSport.

Situasi itu bahkan pernah terjadi di tahun lalu dan membuat mereka kehilangan poin dan rankingnya turun dari lima turun kedelapan.

"Akhirnya main berantakan karena mereka berdua ingin ikut semua turnamen, uber semuanya. Saya bilang, itu salah, kalian tak boleh berpikir seperti itu," dia menjelaskan.

"Begitu dengan Apriyani karena ini pertama, ditambah tipenya meledak-ledak tentu dia ingin sesuatu harus spektakuler. Makanya, saya selalu rem dia, bahwa jangan berpikiran di Olimpiade perdana kamu kemudian ingin langsung raih medali emas," kata dia.

"Biarkan saja berjalan, cuma itu bisa nggak? Namanya atlet, keinginan dan rasa tak mau kalah tinggi. Nah, kondisi ini yang sebenarnya dua hal berbeda tapi sama-sama (antara greys/apri)," ujar dia.

Eng Hian mengaku belum mendapatkan solusi untuk problem tersebut. Dia menjanjikan itu bakal selesai seiring dengan proses atletnya lakukan.

"Harus berjalan. Tak bisa (tiba-tiba ada solusi)," dia menegaskan.



Simak Video "Gokil! Rally 2 Menit Ganda Putri Indonesia Demi 1 Poin"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com