detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 10 Feb 2020 12:40 WIB

Imbas Corona, China dan Hong Kong Tak Tampil di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Indonesias Anthony Sinisuka Ginting prepares to hit a return shot against Chinas Chen Long during their mens singles badminton semifinal match at the World Tour Finals in Guangzhou in south Chinas Guangdong province, Saturday, Dec. 14, 2019. (AP Photo/Andy Wong) Tim China dan Hong Kong batal tampil di Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu di Filipina. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Dampak wabah virus corona memaksa kontingen bulutangkis China dan Hongkong tak bisa tampil di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia di Filipina. Tuan rumah tak keluarkan visa.

Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia (Badminton Asia Team Championship) dijadwalkan bergulir mulai 11 hingga 16 Februari 2020 di Rizal Memoriam Coliseum, Manila. Ajang ini menjadi kualifikasi Thomas dan Uber Cup sekaligus kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

Sejumlah kontingen negara telah hadir di Filipina guna menjajal lapangan. Namun tidak untuk China dan Hongkong. Mereka disebut-sebut belum mendapatkan visa untuk masuk ke Filipina.

Presiden Badminton Asia Anton Subowo mengonfirmasi kabar tersebut. "Jadi isunya berhubungan dengan virus corona. Filipina tak mengizinkan China dan Hongkong masuk sampai ada karantina selama 14 hari," kata Anton, dalam sambungan telepon dengan detikSport, Senin (10/2/2020).

Karantina 14 hari yang dimaksud, dalam keterangan Anton, para pemain bulutangkis China dan Hong Kong lebih dulu tinggal di negara lain kemudian ke Filipina.

"Jadi tidak bisa langsung dari China atau Hong Kong. Mereka harus tinggal 14 hari di negara lain dulu, entah di Indonesia, atau di mana (yang aman dari virus corona), kemudian ke Filipina. Namun, karantina tak mungkin karena mereka dari Beijing dan visa juga tak diberikan oleh Filipina," dia menjelaskan.

Anton tak memungkiri sempat ada permintaan dari China dan Hong Kong untuk diberi kelonggaran. Sebab, ketidakikutsertaan mereka berdampak pada poin Olimpiade yang dikumpulkan mereka.

"Bukan protes mereka (China) mengerti dengan keadaan yang ada. Mereka minta BWF dan kami terkait awareness karena mereka kehilangan kesempatan untuk Thomas dan Uber Cup serta Olympic point," ujar dia.

"Tapi kami sudah hitung. Dalam perhitungan kami mereka cukup untuk ke Olimpiade. Kami cuma khawatir dengan Thomas Uber karena kejuaraan beregu ini menjadi kualifikasi menuju ke sana. Tapi kami rasa tak ada masalah juga karena China sudah masuk," dia menambahkan.

"Meski begitu, tetap dalam kasus ini harus ada kebijakan untuk mereka (para pemain). Kami juga sudah bicara dengan pihak BWF Poul-Erik untuk mencari solusi dan memang sekarang ini agak berat untuk membuat event, sponsor, dan host city," Anton menegaskan.

(mcy/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com