detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 16 Mar 2020 18:20 WIB

'Tak Apa All England Kalah, Jangan Olimpiade Bikin Sakit Hati'

Mercy Raya - detikSport
Dukungan Suporter Indonesia di All England 'Tak Apa All England Kalah, Jangan Olimpiade Bikin Sakit Hati' (dok. PPI UK)
Jakarta -

Legenda hidup bulutangkis Christian Hadinata mengambil positif lepasnya gelar ganda putra di All England. Dia berharap hal itu bisa dibalaskan saat Olimpiade.

PBSI mematok target satu gelar di All England 2020, 11-15 Maret. Target itu sekaligus mempertahankan gelar-gelar sebelumnya yang diraih skuat Merah Putih.

Meski tak secara rinci dijelaskan dari sektor mana, tapi ganda putra menjadi sektor yang paling berpotensi besar untuk meraih podium tertinggi tersebut. Sebab, ganda putra dinilai yang paling konsisten sumbang gelar dan merata di top 10 dunia.



Dari 2017 hingga 2019, ganda putra konsisten sumbang gelar dari Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Namun, peluangnya ternyata tak berhasil digapai. Alih-alih Kevin/Marcus berhasil merebut gelar, mereka jusru kalah dari ganda Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 18-21, 21-12, dan 19-21 di patai final All England 2020.

Gelar disumbangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti usai mengalahkan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dengan skor 21-15, 17-21, 21-8.

"Lebih ke menyayangkan karena ganda putra sampai lepas karena kalau dilihat perkembangannya yang paling diunggulkan bahan dibandingkan ganda campuran," kata Christian kepada detikSport, Senin (16/3/2020).

"Saya pikir kita punya dua sampai tiga pasang yang merata kekuatannya tapi Kevin/Marcus yang sudah ditargetkan juara lepas juga," sambungnya.

"Sementara ganda campuran kalau dilihat belum stabil banget. Masih mengandalkan Praveen/Melati tapi kemarin mereka luar biasa sekali menyelamatkan kita," ujar peraih medali emas Olimpiade Munich itu.



Meski begitu, Christian mengambil hikmah positif dari kekalahan ganda putra agar lebih bekerja keras di event berikutnya dan lebih besar.

"All England boleh lepas tapi Olimpiade kita ambil. Jangan terbalik. Kalau sebaliknya All England juara, super series juara terus, lalu Olimpiade lepas, kan lebih sakit hati. Jadi kita ambil sisi positifnya dengan cara taktiknya diubah, kerja keras lagi," imbuh dia.



Simak Video "Lin Dan Resmi Gantung Raket"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com