Salat Tarawih Virtual Ala Pebulutangkis Pitha Haningtyas

Mercy Raya - Sport
Rabu, 29 Apr 2020 06:00 WIB
Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari
Salat Tarawih Virtual Ala Pebulutangkis Pitha Haningtyas (dok. Humas PBSI)
Jakarta -

Pebulutangkis Pitha Haningtyas Mentari punya cara agar bisa salat Tarawih bersama keluarga. Dia menggunakan aplikasi video.

Mentari masih berada di Asrama PBSI, Cipayung, bersama rekan-rekannya yang lain. Dia memilih menetap sampai wabah mereda.

Baginya, jauh dari keluarga mungkin sudah biasa. Namun, bukan bulan Ramadhan kali ini dia harus berjuang menahan kerinduan akan kebersamaan dengan keluarga. Terlebih, ini kali pertama dia tak bisa berpuasa di rumah.

"Mungkin kalau di rumah dari sahur, salat subuh, semuanya dikerjakan bersama-sama, karena biasanya kalau Ramadhan turnamen hampir tidak ada. Seperti tahun kemarin, dari Sabtu pagi sampai Minggu itu, bareng-bareng di rumah. Masak, makan, sahur, dan salat. Lebaran juga di rumah," kata Mentari ketika berbincang dengan detikSport, Selasa (28/4/2020), melalui sambungan telepon.

Akan tetapi, pasangan Rinov Rivaldy ini, tak kehabisan akal. Dia memanfaatkan aplikasi video dalam handphonenya untuk salat Tarawih secara virtual.

"Hari Kamis itu saya masih salat sendiri. Kemudian saya telepon ke bunda, saya bilang, 'Sedih ya tidak bisa puasa di rumah. Kemudian bunda bilang, tidak apa-apa. Nanti salat Tarawih bersama, telepon'. Ya, akhirnya salat bersama lewat video itu," dia menjelaskan.

Pitha Haningtyas MentariPitha Haningtyas Mentari Foto: (Instagram)



Tak sendiri, sebut Mentari, terkadang teman sekamarnya di asrama ikut salat bersama dengannya lewat video.

"Ya, kami saling mendukung saja karena jauh juga dari orang tua, kangen juga, jadi saling merangkul. Makanya, kemarin pun salat, teman sekamar ikut juga," dia menjelaskan.

Ibadah puasa juga tak menjadi alasan bagi Mentari untuk lebih santai. Pemain ranking 18 Dunia ini tetap menjalani latihan seperti biasa meski tidak penuh. "Masih latihan. Tadi pagi malah game bersama teman-teman ganda campuran," ujarnya.



PP PBSI sampai kini belum mengeluarkan kebijakan baru terkait kepulangan atlet. Terakhir, federasi bulutangkis menerbitkan surat per 25 Maret, setiap atlet diberi keringanan pulang ke rumah dengan catatan atlet dalam kondisi sehat.

"Sampai sejauh ini belum ada (kebijakan lain). Pengumuman awal sampai seterusnya, sampai selesai puasa dan pandemi. Tapi kemungkinan tetap di sini (hingga Lebaran)," kata pemain berusia 20 tahun ini.

"Saya berharap puasa kali ini bisa diberi kelancaran dan tidak ada yang bolong-bolong. Semoga pandeminya juga cepat berlalu, dunia segera pulih, dan penuh berkah," dia mengharapkan.



Simak Video "Ogah Cuma Jadi Pajangan, Taufik Hidayat Mundur dari PBSI"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/aff)