detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 19 Mei 2020 17:19 WIB

Tontowi Ahmad Merasa Bukan Legenda, Enggan Perpisahan Besar-besaran

Mercy Raya, Mercy Raya - detikSport
Ganda Campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow melaju ke babak 8 besar Indonesia Open 2019. Keduanya menumbangkan wakil Thailand 2 gim langsung. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Tontowi Ahmad mengaku kurang percaya diri jika dibuatkan acara perpisahan besar-besaran. Menurutnya acara semacam itu cuma pantas untuk seorang legenda.

Tontowi Ahmad, juara dunia 2013 dan 2017, merasa dirinya bukanlah seorang legenda bulutangkis sehingga perpisahannya harus dirayakan secara besar-besaran.

"Sebenarnya Djarum sempat menawarkan untuk dibuat farewell. Cuma saya bilang acara tersebut untuk seorang legenda seperti Ci Butet (Liliyana Natsir) oke-lah," kata Tontowi kepada awak media dalam aplikasi Zoom.

"Kalau saya rencana sudah pensiun dan belum tentu ikut pertandingan lagi, tiba-tiba farewell, sayanya sudah tak percaya diri lagi. Tapi misalnya acara kecil-kecilan, internal di Djarum, saya mau," lanjutnya.

Tontowi sejatinya merupakan salah satu atlet andalan PBSI dan Indonesia. Puncaknya saat dipasangkan dengan Liliyana Natsir pada akhir 2010. Dia sukses mengoleksi deretan gelar mentereng. Mulai dari juara dunia pada 2013 dan 2017 hingga hat-trick All England.

Dia juga berhasil mendulang medali emas di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Medali itu pula yang menghapus dahaga sektor ganda campuran sejak sektor tersebut dipertandingkan di Atlanta 1996.

"Saya sudah puas (dengan karier). Sudah dapat All England, juara dunia, Olimpiade, karena memang golnya di sana. Mungkin kalau Olimpiade belum dapat saya belum puas," ujarnya.



Simak Video "Keluarga, Alasan Utama Tontowi Ahmad Pensiun dari Bulutangkis"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com