detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 24 Mei 2020 07:17 WIB

Populer Sepekan: Kritik Tontowi Ahmad dan Respons PBSI

Tim detikcom - detikSport
Tantowi Ahmad atau yang lebih dikenal dengan sapaan Owi sukses mengantongi titel juara Prancis Terbuka 2017. Ingin tahu lebih dekat dengan ayah satu anak ini? Populer Sepekan: Kritik Tontowi Ahmad dan Respons PBSI. (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta -

Tontowi Ahmad menyelipkan kritikan saat mengumumkan pensiun. PBSI, yang kena kritik, pun merespons. Topik itu menjadi salah satu yang populer dalam sepekan.

Saat pensiun, Tontowi rupanya berstatus atlet magang di pelatnas PBSI. Ia pun tidak habis pikir, apalagi peraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro bersama Liliyana Natsir itu pun masih jadi pemain nomor satu dunia sampai tahun lalu.

"Alasan utama adalah ingin dekat dengan keluarga karena saat masih aktif jarang punya waktu untuk bersama," kata Tontowi menjelaskan alasan keputusannya pensiun.

"Kedua, sebenarnya ini bukan alasan atau apa, tapi dari PBSI menetapkan saya sebagai atlet magang. Saya sempat kaget juga dengan keputusan itu dan sebenarnya itu bukan masalah."

"Tapi kalau status magang saya agak keberatan karena biasanya itu untuk pemain junior yang akan masuk pelatnas. Sedangkan saya kalau dibicarakan tidak ada kepentingan lagi karena saya sudah mendapat golnya," ucapnya.

Tontowi Ahmad mengaku kaget dengan keputusan PBSI menjadikannya atlet magang sekitar Desember tahun lalu. Dia pun enggan menanyakan lebih jauh walaupun cuma berpesan agar PBSI kelak bisa lebih menghargai atletnya yang sudah senior, apalagi telah berprestasi.

"PBSI itu organisasi yang bisa mengayomi dan menghargai anak buahnya. Contoh saya yang sudah berprestasi, saya tahun kemarin masih peringkat satu dunia dan saya baru dicoba satu pasangan. Walaupun belum pernah masuk semifinal tapi saya sudah mengalahkan pemain-pemain top 10. Maksudnya saya tak sejelek itu yang harusnya langsung dibuang."

"Sebenarnya itu tak masalah, tapi untuk PBSI harus bisa lebih menghargai. Saya tak tahu itu individu atau organisasi tapi ini kan mengatasnamakan organisasi, dan saya atas nama pribadi tak ada dendam, tak ada masalah. Saya pensiun juga bukan masalah itu yang utama."

Kritik Tontowi Ahmad tersebut lantas direspons Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI Susy Susanti. Menurutnya, status magang diberikan karena Tontowi saat itu belum memiliki pasangan tetap.

"PBSI tetap memberikan kesempatan kepada Tontowi, tetapi dengan status SK (Surat Keputusan) magang, karena belum punya pasangan tetap," katanya.

Setelah Liliyana Natsir pensiun di awal 2018, Tontowi Ahmad sempat dipasangkan dengan pemain muda Winny Oktavina Kandow dan diberi kesempatan bersaing dengan pasangan ganda campuran lainnya untuk memperebutkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. Tapi Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow dianggap belum memenuhi ekspektasi dan saat promosi-degradasi awal tahun 2020, keduanya akan dipisah.

"Situasi itu membuat Tontowi sementara itu belum ada pasangan main. Namun, PBSI tetap memberikan kesempatan kepada Tontowi, tetapi dengan status SK (Surat Keputusan) magang karena belum ada pasangan tetap," ujar Susy Susanti

Susy mengakui ada rencana memasangkan Tontowi dengan Apriyani Rahayu. Tapi hal itu belum jelas karena Apriyani fokus buat persiapan Olimpiade Tokyo bersama Greysia Polii di sektor ganda putri.



Simak Video "Liliyana ke Tontowi Ahmad: Happy Retirement, Mantan Partner!"
[Gambas:Video 20detik]
(krs/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com