detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 16 Jun 2020 15:15 WIB

Transisi PSBB, Tenis Mulai Pelatnas Lagi

Mercy Raya - detikSport
Aldila Sutjiadi Pelatnas tenis akan dimulai lagi di masa transisi PSBB. (Foto: detikcom/Femi Diah)
Jakarta -

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) kembali menjalani pemusatan latihan nasional di kawasan GBK. Tapi baru sektor putri.

Menpora Zainudin Amali telah mengizinkan cabang olahraga untuk menjalani latihan terpusat setelah nyaris tiga bulan tanpa agenda olahraga karena wabah virus corona.

Hal itu seiring dengan kebijakan pemerintah, khususnya DKI Jakarta, yang menerapkan transisi pembatasan sosial skala besar. Akan tetapi, induk cabor harus mengajukan proposal kepada Kemenpora dan PPK GBK. Tenis termasuk salah satu yang telah mengajukan penggunaan lapangan tenis di Gelora Bung Karno, Senayan.

Ketua umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar, mengatakan Aldila Sutjiadi dkk sudah mulai berlatih di lapangan tenis GBK.

"Kami sudah mulai latihan sejak pekan lalu, jadi hari ini kami melakukan kompetisi internal. Di antara pemain saja tapi khusus putri saja. Totalnya enam atlet," kata Rildo kepada detikSport, Selasa (16/6/2020).

"Untuk putra belum. Kemungkinan pekan depan karena rata-rata mereka masih berada di luar kota. Tapi mereka tetap latihan mandiri juga," ujarnya.

Selama menjalani latihan, Rildo menjelaskan, timnya menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan baik saat jeda maupun usai latihan. Begitu saat penggunaan handuk untuk mengelap keringat, mereka diminta untuk mencuci tangan lebih dulu.

"Jadi sebisa mungkin harus bersih. Kami masuk GBK pun dicek dulu suhu tubuhnya. Setelah itu, kami menggunakan aturan dari protokol kami sendiri," kata dia.

Menyoal rencana untuk menggelar turnamen, Rildo enggan berspekulasi. Dia masih harus berkomunkasi dengan International Tennis Federation (ITF) dan pemerintah.

"Nanti kami lihat jika sudah memungkinkan. Karena ada aturan dari pemerintah soal menghindari penonton dalam jumlah besar. Tenis memang risikonya paling kecil karena tidak body contact, double pun jaraknya tetap jauh. Kami tunggu regulasinya saja. Kami juga harus berkoordinasi dengan ITF. Apakah ada pertandingan yang kami mulai karena sudah mulai masuk poin," tegas dia.



Simak Video "Piala Dunia U-20 Digelar Tanpa Penonton? Menpora: Lihat Situasi Mei-Juni"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com