detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 31 Jul 2020 17:05 WIB

PBSI Beberkan Skema Simulasi Piala Thomas dan Uber

Mercy Raya - detikSport
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, memiliki pesan khusus kepada pebulutangkis yang berlaga di All England 2019. PBSI mengungkap skema simulasi Piala Thomas dan Piala Uber lewat Kabid Binpres, Susy Susanti. (Foto: detikcom/Agung Pambudhy)
Jakarta -

PP PBSI mengungkapkan skema simulasi Piala Thomas dan Piala Uber yang bergulir pada awal September mendatang. Seperti apa gambarannya?

Sejauh ini, PBSI masih sesuai jadwal untuk menggelar turnamen internal dalam bentuk kejuaraan beregu. Rencana ini juga merupakan bagian dari simulasi Piala Thomas dan Piala Uber yang bergulir 3-11 Oktober di Denmark.

Apalagi setelah Badminton World Federation (BWF) kembali memutuskan membatalkan empat turnamen, yakni Taipei Open, Korea Open, China Open, dan Japan Open.

Ajang yang sedianya bergulir September itu harusnya menjadi salah satu persiapan Kevin Sanjaya Cs di tengah kekosongan turnamen pada beberapa bulan sebelumnya.

Hanya saja, skemanya hingga kini masih terus digodok oleh tim pelatih dan binpres.

"Untuk tanggal (penyelenggaraan) belum matang ya, tapi kemungkinan untuk simulasi Piala Thomas akan berlangsung 1-3 September dan simulasi Piala Uber pada 8-10 September," kata Kabid binpres PBSI, Susy Susanti, kepada pewarta dalam sambungan telepon.

Menyoal format, sebut Susy, simulasi Piala Thomas dan Uber ini akan berbentuk turnamen dengan skema tim.

"Kemungkinan akan ada empat tim di masing-masing beregu putra dan putri. Komposisi pemain akan kita acak," ujar peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona tersebut.

Dia mencontohkan, satu tim sudah berisi Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, maka tim itu tidak akan diisi pemain yang unggulan di sektor tunggal, seperti Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Ini menjadi cara PBSI untuk menampilkan turnamen internal beregu tetap berlangsung sengit dan ramai.

"Kami akan cari formulanya agar kekuatan masing-masing tim jadi rata. Ibaratnya kalau menang pun, skornya tipis bisa 3-2," ujarnya.



Simak Video "Menpora Nengok Jonatan Christie cs Berlatih Demi Olimpiade 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com