detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 23 Okt 2020 18:55 WIB

Kata PBSI Usai BWF Batalkan Kejuaraan Dunia Junior 2020

Mercy Raya - detikSport
BIRMINGHAM, ENGLAND - MARCH 10: A shuttlecock is seen on the court in between games during Day 6 of the Yonex All England Badminton Open at NIA Arena on March 10, 2013 in Birmingham, England. (Photo by Ben Hoskins/Getty Images) Foto: Ben Hoskins/Getty Images
Jakarta -

PBSI mengomentari keputusan Federasi Bulutangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF) untuk membatalkan Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2020.

BWF mengumumkan pembatalan itu usai melakukan koordinasi dengan federasi bulutangkis Selandia Baru. Mereka menimbang pandemi Corona yang tak kunjung reda sehingga akan memberatkan bagi penyelenggara dan peserta jika ajang itu tetap lanjut.

Keputusan ini lahir usai mempertimbangkan keselamatan dan keamanan seluruh insan olahraga bulutangkis. Tapi bagi atlet muda, khususnya yang berusia 18 tahun, pembatalan cukup merugikan karena tak lagi bisa turun di Kejuaraan Dunia Junior, yang sebelum batal juga sempat diundur ke tahun depan.

Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI Susy Susanti pun mengaku kecewa dengan keputusan itu. Tapi pihaknya tak punya pilihan selain mengikuti jadwal yang diputuskan BWF.

"Ya, bagaimana ya situasinya seperti ini dan kita tidak bisa saling menyalahkan. Sebab, yang paling tahu (kondisi) penyelenggaraan itu tuan rumah dan BWF. Kita sebagai peserta ya ikut jadwal dari BWF saja. Selain kita juga melihat penanganan dan tanggung jawab panitia," kata Susy Susanti kepada pewarta, Jumat (23/10/2020).

"New Zealand (mungkin) belum siap dan tidak berani juga karena ini terkait junior, di bawah umur. Jadi dibilang kecewa ya cukup disayangkan karena yang lahir 2002 tak bisa ikut bertanding lagi tahun depan," dia menjelaskan.

"Tapi kalau lihat keselamatan dan keamanan dari semua peserta apalagi ini banyak anak-anak di bawah umur, mungkin orang tua agak khawatir untuk memberangkatkan. Jadi saya menerima dengan positif."

Di sisi lain, Susy juga tidak bisa berspekulasi soal program atlet-atlet muda ke depan karena kepengurusannya akan berganti. PBSI akan menggelar Musyawarah Nasional PBSI pada 5-6 November 2020.

"(Soal program) saya belum bisa jawab. Bulan depan akan ada Munas, sudah mau ada pergantian (kepengurusan). Pastinya Binpres, apakah itu baru atau lama akan diberikan program dari kebijakan itu," ujar peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona itu.

Ia pun berpesan kepada atlet-atlet muda bulutangkis agar tak patah semangat meskipun kesempatan bermain di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2020 hilang.

"Jangan patah semangat karena dalam situasi pandemi bukan hanya Indonesia tapi seluruh dunia. Tak ada yang dirugikan. Pemain-pemain yang tak dapat kesempatan harus berlatih lebih keras untuk ke senior. Jangan kesempatan hilang lantas patah semangat," dia berpesan.

(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com