detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 25 Okt 2020 22:12 WIB

Teruji di BPK, Agung Firman Diyakini Bisa Pimpin PBSI

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Pimpinan KPK melakukan safari ke sejumlah kementerian dan lembaga. Kali ini KPK mendatangi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ketua BPK Agung Firman Sampurna (kiri) dianggap cocok jadi ketum PBSI 2020-2024 (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

Agung Firman Sampurna memang bukan nama besar di dunia bulutangkis. Tapi, dengan pengalaman sebagai Ketua BPK, Agung diyakini bisa mengemban tugas itu.

Agung menjadi salah satu calon ketua umum PBSI yang baru. Ketua BPK periode 2019-2022 itu sudah mengantungi dukungan resmi 29 pengurus provinsi (Pengprov) untuk maju di periode 2020-2024.

Agung sudah mengembalikan formulir pendaftaran kepada Ketua Tim Penjaringan Edi Sukarno, di Seketariat Tim Penjaringan Ketua Umum PB PBSI periode 2020-2024 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

"Ya memang benar Caketum bapak Agung Firman Sampurna telah mengembalikan formulir pendaftaran pada pukul 13.00 WIB sebagai persyaratan administrasi. Dan setelah kami terima dan teliti, semua berkas sebagai persyaratan administrasi bapak Agung Firman Sampurna telah lengkap untuk maju menjadi Caketum Ketua Umum PP PBSI," kata Eki Sukarno dalam rilis kepada detikSport.

"Kami masih membuka kesempatan hingga tanggal 26 Oktober apabila masih ada kelengkapan susulan, semisal penambahan surat dukungan sebelum kami tutup di tanggal itu," lanjut Eki.

Saat pengembalian formulir pendaftaran, caketum Agung Firman Sampurna disertakan surat dukungan 29 Pengprov dari total 34 Pengprov PBSI yang ada. Itu artinya hanya lima Pengprov yang tidak memberikan dukungan kepada Ketua BPK tersebut.

Ke-29 pengprov itu adalah DKI Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Bengkulu, Kepulauan Riau, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi tengah, Gorontalo, Maluku, Papua Barat, Papua, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Tengah, Riau, Sulawesi Tenggara, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utar, dan Nusa Tenggara Barat.

Timses Agung Firman Sampurna, Ketua BPK yang jadi caketum PBSI 2020-2024Timses Agung Firman Sampurna, Ketua BPK yang jadi caketum PBSI 2020-2024 Foto: Istimewa

"Hari ini kami telah mengembalikan formulir pendaftaran Caketum bapak Agung Firman Sampurna kepada Tim Penjaringan dengan menyertakan surat dukungan sebanyak 29 Pengurus Propinsi (Pengprov) PBSI. Alhamdulillah, seluruh berkas termasuk surat dukungan dari 29 Pengprov PBSI semuanya clear dan telah diterima oleh Tim Penjaringan," papar HM Erlie yang merupakan Ketua Timses Agung Hari Sampurna dan juga menjabat Sekum Pengprov PBSI Banten.

Ketika ditanya alasan kenapa mendukung dan memilih mencalonkan Agung, Erlie mengatakan sosok pemimpin muda memang dibutuhkan untuk membawa PBSI lebih maju di masa mendatang. Agung saat ini berusia 48 tahun.

"Beliau adalah sosok muda yang berprestasi dengan dipercaya memimpin BPK. Dan beliau adalah menjadi salah satu pengurus di kepengurusan Pengprov PBSI Sumatera Selatan. jadi sudah tepat apabila kami dari 29 Pengprov PBSI memberikan dukungan kepada beliau untuk maju menjadi Caketum PP PBSI masa bakti 2020-2024," sambungnya.

"Selain itu beliau juga cinta bulutangkis karena minimal dua kali dalam seminggu beliau berlatih atau main bulutangkis. Jadi alasan itu menjadikan kami tak ragu untuk mendukung beliau mencalonkan diri menjadi Caketum untuk Munas PP PBSI yang akan dilangsungkan di Banten pada 5-6 November ini," terang HM Erlie.

"Kami tidak ragu dalam memberikan dukungan penuh terhadap pencalonan bapak Agung Firman Sampurna. Karena kami yakin beliau dengan prestasi di masa mudanya akan membawa bulutangkis Indonesia bertambah maju lagi untuk ke depannya. Kami juga berharap banyak Pak Agung Firman Sampurna akan membawa lebih maju prestasi bulutangkis di daerah-daerah, jika beliau terpilih menjadi Ketua Umum PP PBSI," timpal H.Sugianto selaku Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Selatan.



Simak Video "BPK Beberkan 13 Masalah Laporan Keuangan Pemerintah Pusat"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com