detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 09 Nov 2020 17:47 WIB

'Rangkap Jabatan Ketum PBSI Biar Dijawab oleh Waktu'

Mercy Raya - detikSport
Ketum PBSI, Agung Firman Sampurna. Rangkap jabatan Ketum PBSI, Agung Firman Sampurna, biar dijawab oleh waktu. (Foto: dok.PBSI)
Jakarta -

Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi tak masalah dengan rangkap jabatan Ketua PBSI baru Agung Firman Sampurna. Semua akan dibuktikan oleh waktu.

Agung Sampurna secara resmi menggantikan Wiranto sebagai Ketua Umum PBSI periode 2020-2024 pada Musyawarah Nasional (Munas), Jumat pekan lalu.

Ia menjabat sebagai orang nomor satu di induk organisasi bulutangkis pusat dengan membawa jabatan lain, yaitu Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI. Meski begitu, Agung sempat menjanjikan dua tugas yang diembannya akan tetap berjalan seirama. Toh, masih ada media virtual.

Begitu pula soal kepengurusan Agung yang rencananya akan membentuk manajemen eksekutif. Manajemen ini nantinya akan mengurus tata kelola keuangan dan kegiatan PBSI terkait kepelatihan, serta rekrutment dan pembinaan atlet, hingga pengembangan klub yang di dalamnya ada aspek keuangan.

Sedangkan ketua dan sekretaris jenderal hanya akan fokus pada aspek terkait pengelolaan organisasi, baik itu kebijakan kepengurusan di tiap provinsi hingga melantik dan memutuskan kebijakan strategis.

Merespons rangkap jabatan itu, Herry IP juga tak ingin mempersoalkannya. "Ya, yang penting mereka (Ketum) bisa mengatur waktu dengan baik. Kapasitas saya untuk menyikapi itu enggak. Bapak Agung bisa mengatur waktu lah," kata Herry kepada detikSport, Senin (9/11/2020).

"Pasti kalau pengurus baru punya program baru, kita tidak bisa (mengatakan) lebih bagus (ini) atau enggak. Yang jawab waktu, kalau menurut saya," ujarnya.

"Jadi pelaksanaannya seperti apa, menjalaninya seperti apa, itu yang menurut saya jauh lebih penting. Bapak Agung punya program itu bagus, tapi menurut saya lebih bagus lagi pelaksanaannya itu yang jauh lebih penting. Nah, itu bagus tidaknya waktu yang bisa jawab," dia menjelaskan soal perubahan tugas kepengurusan.

Bukan tanpa sebab, pelatih berusia 58 tahun itu mengatakan demikian. Menurutnya, saat ini semua pelatih atau siapapun di kepengurusan era sebelumnya masih menunggu nasib.

"Kan kita belum tahu apa-apanya, semua kita tunggu, waktu yang menjawab. Belum ada pertemuan juga (dengan Ketum baru). Ya, kan masih baru juga (terpilih)."

"Saya juga tak bisa komentar (lebih jauh) karena belum tahu kepengurusan baru bagaimana, kebijakannya apa, siapa Kabidbinpres, programnya seperti apa. Ibaratnya kita hanya pion catur saja sebagaimana atasan," katanya.

"Kalau saya sih sebagai pelatih kalau memang masih ditunjuk saya siap mengerjakan melatih sebaik mungkin, itu saja. Saya tak bisa lainnya, saya juga sebagai pelatih juga nunggu berita. Makanya tunggu lah kepengurusan barunya, seperti apa. semua juga nunggu ini," Herry menegaskan.

(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com