Pelatih Pastikan Empat Pasang Ganda Campuran Aman Degradasi PBSI

Mercy Raya - Sport
Rabu, 02 Des 2020 14:10 WIB
Begini Suasana Latihan Pelatnas PBSI di Cipayung, Jumat (12/1/2017) di Cipayung, Jakarta Timur.
Pelatih Pastikan Empat Pasang Ganda Campuran Aman Degradasi PBSI (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, memastikan empat pasang atletnya aman dari degradasi PP PBSI. Pasalnya, mereka merupakan atlet yang diprioritaskan untuk Olimpiade.

Promosi dan degradasi merupakan salah satu program pelatnas PBSI yang digelar di akhir tahun. Dalam penentuannya, PBSI menyiapkan sejumlah kriteria penilaian.

Penilaian yang paling berperan dalam menentukan seorang pemain layak atau tidak dipertahankan di Pelatnas yaitu hasil-hasil turnamen selama satu musim.

Tapi wabah Corona yang berkepanjangan praktis membuat banyak turnamen disetop sehingga membuat PBSI tak punya pilihan. Ditambah lagi, PP PBSI baru saja berganti kepengurusan untuk periode 2020-2024, yang kini diambil alih oleh Firman Agung Sampurna.

Menanggapi itu Richard juga tidak bisa menjelaskan banyak soal nasib promosi degradasi. Namun, ia memastikan Praveen Jordan dkk aman.

"Promosi degradasi, itu belum jelas ya. Tapi sepengalaman saya atlet-atlet prioritas selalu lanjut. Apalagi mereka yang berada di ranking 20 besar dan punya prioritas," kata Richard kepada detikSport.

"Di sektor ganda campuran seperti Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja itu sudah tidak mungkin (kena degradasi) karena mereka prioritas untuk Olimpiade," dia menyebutkan.

"Lalu Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, mereka itu sudah masuk 20 besar dan merupakan pemain regenerasi. Jadi empat pasang ini bisa dibilang tak ada perubahan."

Lagipula jika mau memperhitungkannya lewat keberhasilan hasil di turnamen kali ini cukup sulit. Praveen/Melati baru menyegel satu gelar dari empat turnamen yang mereka ikuti musim ini. Gelar itu mereka raih saat tampil di All England 2020.

Sedangkan, Hafiz/Gloria capaian terbaiknya musim ini menjadi finalis di Thailand Master dari empat pertandingan yang dijalani.

Meskipun telah memastikan delapan atletnya aman, Richard enggan berspekulasi soal nasib pemain lainnya. Sebab, saat ini pebulutangkis muda telah dipulangkan ke klubnya masing-masing sampai ada pemanggilan kembali pada Januari 2021.

"Ya, itu nanti tergantung kepengurusan yang baru bagaimana. Mereka tentunya akan mendapat SK lama yang merupakan peralihan dari kepengurusan sebelumnya," ujarnya.

(mcy/aff)