detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 17 Des 2020 12:20 WIB

Tatap Thailand Open, Persiapan Kevin Sanjaya dkk Digenjot Maksimal

Mercy Raya - detikSport
Atlet bulu tangkis ganda putra Marcus Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya (kanan) mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Pusat Bulutangkis Indonesia, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (7/1/2019). Pelatnas perdana tersebut sebagai persiapan menghadapi kejuaraan Malaysia Masters 2019 pada 15-20 Januari 2019 di Malaysia dan Indonesia Masters 2019 pada 22-27 Januari 2019 di Istora Senayan Jakarta. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc. Tatap Thailand Open, Persiapan Kevin Sanjaya dkk Digenjot Maksimal (Indrianto Eko Suwarso/Antara)
Jakarta -

Pebulutangkis Indonesia akan kembali berlaga di turnamen mulai awal 2021. Khusus ganda putra, Herry Iman Pierngadi, menyebut persiapan atletnya digenjot secara maksimal.

Kevin Sanjaya dkk bisa dibilang nol pertandingan sejak Maret lalu. Mereka hanya melakukan latihan rutin setelah nyaris seluruh turnamen terhenti karena pandemi Corona yang berkepanjangan.

PBSI sempat menggelar dua home tournament, yang salah satunya merupakan simulasi Piala Thomas dan Piala Uber. Tapi itu saja dirasa tak cukup. Pebulutangkis Indonesia juga membutuhkan pertandingan sesungguhnya.

Nah, Badminton Wolrd Federation (BWF) telah memutuskan memulai kembali turnamen pada Januari tahun depan. Ajang itu dibuka dengan dua gelaran Thailand Open dan turnamen penutup tahun 2020, BWF World Tour Final.

Menyambut itu, PBSI telah menetapkan wakil-wakil yang diturunkan. Khusus di ganda putra ada Kevin/Marcus, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Y.Y.R.

"Ya persiapan sudah jalan, kami latihan sudah kontinu mulai 1 Desember, latihan pagi sore," kata Herry IP kepada pewarta di Hotel Fairmont Jakarta.

"Tapi ini agak susah karena terakhir pertandingan kan Maret lalu (All England). Setelah itu tak ada pertandingan lagi jadi sebenarnya kita sama
-sama buta, setiap negara tak tahu peta kekuatannya. Ya sama-sama nol lah," dia menjelaskan.

"Untuk itu, persiapan kita harus lebih maksimal karena sembilan bulan ini, menurut saya, pasti peta kekuatannya ada perubahan. Tapi seperti apa perubahannya? Saya tak tahu," dia mengungkapkan.

Meski begitu, pelatih yang dijuluki fans badminton, coach Naga Api ini, meyakini atletnya mampu bersaing dan bisa mencapai minimal semifinal.

"Masalah target tetap target. Setelah pertandingan ranking mereka kan masih bagus. Masih di peringkat 1 (Kevin/Marcus), peringkat 2 (Ahsan/Hendra), dan peringkat 6 (Fajar/Rian). Jadi minimal semifinal dan final lah," ucap Herry.

(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com