detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 17 Des 2020 16:45 WIB

'PBSI dan Grup Djarum Saling Membutuhkan'

Mercy Raya - detikSport
PP PBSI PBSI dan Djarum diharapkan perpanjang kerja sama. (Foto: dok.internet)
Jakarta -

Kerja sama Grup Djarum dan PBSI akan segera berakhir. Kedua belah pihak diharapkan untuk memperpanjang kontrak karena dinilai saing membutuhkan.

Pemerhati olahraga, Budiarto Sambazzy, menyayangkan jika hubungan keduanya benar-benar putus. Bagaimana pun, ada simbiosis mutualisme antara PBSI dengan Djarum sejak puluhan tahun lalu.

"Jadi menurut saya sebaiknya Djarum mempertimbangkan lagi untuk memperpanjang kontrak sebagai sponsor PBSI. Karena tanpa adanya kaitannya dengan PBSI akan susah bagi Djarum untuk bergerak di bulutangkis. Mereka kan mau aktif sebagai klub juga," kata Budiarto kepada pewarta, Kamis (17/12/2020).

"Kebetulan memang potensi dana luar biasa apalagi sekarang sudah ada Mola TV, broadcast sendiri, jadi sebaiknya melanjutkan kontrak," dia menambahkan.

"Yang kedua menurut saya, memang kepengurusan memang belum terbentuk tapi pengurus baru tidak usah khawatir sumber pendanaan bukan hanya dari Djarum. Tapi BUMN, swasta lain juga banyak yang tertarik mensupport bulutangkis. Jadi win-win situation lah buat semuanya lah."

Sejauh ini, grup Djarum melalui Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyebut pihaknya belum ada komunikasi dengan PBSI karena terhalang pandemi COVID-19. Di sisi lain, ia mendengar sudah banyak sponsor yang mengantre menjadi sponsor PBSI, baik itu BUMN maupun konglomerat.

"Ya tidak apa-apa justru terjadi sebuah simbiosis mutualisme karena olahraga juga tempat bersaing untuk semua produk untuk mengiklan, promosi di situ. Tidak bisa dipungkiri olahraga modern butuh sponsor, jadi siapa pun konglomerat, BUMN, bahkan perorangan kalau mau terlibat aktif ya harus bersaing dengan yang lain," dia menjelaskan.

"Jadi sehat lah, win-win situation kita bagus dalam olahraga untuk sementara ini. Apalagi setelah pandemi berakhir kompetisi jalan lagi. Jadi seharusnya pak Yoppy jangan terlalu emosional seperti sama KPAI kemarin. Itu yang paling penting. Pertimbangkan masak-masak," Budiarto menegaskan.

"Susah juga kalau Djarum sebagai klub tidak ada komunikasi yang aktif dengan PBSI. Apalagi PBSI (pengurus) baru perlu bantuan juga."

Ia pun berharap apapun keputusannya keduanya tetap kondusif dan mementingkan prestasi olahraga bulutangkis Indonesia.

"Dan bulutangkis tetap jadi andalan (olahraga) kita, harus mengembalikan tradisi medali emas Olimpiade, dan kita punya jajaran atlet bulutangkis yang bisa diandalkan untuk ke depan. Mudah-mudahan di Olimpiade 2021 Tokyo, bisa berbicara lagi. Jadi win-win situation lah, tidak perlu musuhan, tinggalkan lah yang ribut sesaat. Itu sejarah lama," Budiharto mengharapkan.



Simak Video "8 Pebulutangkis Indonesia Kena Sanksi Kasus Match Fixing"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com