Ini Alasan Pelatih Tak Bawa Hendra/Ahsan dan Kevin/Marcus ke Swiss

Mercy Raya - Sport
Selasa, 02 Feb 2021 18:20 WIB
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi juara Daihatsu Indonesia Masters 2020. Mereka memenangi final melawan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Pelatih ganda campuran Indonesia, Herry Iman Peirngadi, menjelaskan tidak mengirim tiga pasangan andalan ke Swiss Open 2021. (Foto: detikcom/Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi mengungkapkan alasan utama tak mengirim tiga ganda putra top dunia ke Swiss Open 2021. Apa katanya?

Usai menjalani Asian Leg di Bangkok sepanjang Januari lalu, PBSI langsung mempersiapkan timnya menuju tur Eropa. Swiss Open menjadi turnamen pertama yang akan skuad Indonesia jalani mulai 2-7 Maret, menyusul German Open (9-14 Maret), dan All England (17-21 Maret).

Tapi di Swiss, Indonesia tak mengirimkan skuad penuh. Tiga pasangan putra yang selama ini menjadi andalan Merah-Putih tidak diikutsertakan. Mereka ialah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Mercus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan juara bertahan Swiss Open Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Menurut Herry, pertimbangan dirinya tak mengirim ganda putra terbaiknya karena ada target yang lebih penting ingin dicapai.

"Para pemain targetnya di All England. Kalau main mulai dari Swiss, mengatur peak perfomancenya nanti tak sampai. Jadi ikutnya mulai dari German Open saja," kata Herry kepada detikSport, Selasa (2/2/2021).

Tanpa adanya Kevin dkk, ganda putra otomatis mengandalkan pasangan muda di bawahnya, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan dua pasang lainnya. Akan tetapi, Herry menolak untuk melimpahkan beban juara kepada atlet mudanya.

"Belum ditargetkan juara. Untuk mereka tambah jam terbang pertandingan dulu lah. Terlalu tinggi targetnya kalau juara," dia mengungkapkan.

Menurut Herry, hasil dari dua kali turnamen di level atas belum bisa jadi patokan Leo/Daniel untuk dikasih beban tinggi di kategori 300.

Ganda peringkat 70 dunia itu sebelumnya berhasil memberikan kejutan setelah menembus semifinal di Yonex Thailand Open. Selain itu, mengalahkan beberapa pasangan top 20 dunia, salah satunya rekan senegara mereka Fajar/Rian (6 dunia).

"Harus bertahap dong. Bertanding di level atas saja baru 2 sampai 3 kali, masa sudah disuruh juara," ujarnya.

Lantas sampai mana target mereka? "Drawingnya saja belum keluar," kata Herry ketika ditanya soal target realistis untuk Leo/Daniel di ajang BWF World Tour Super 300 tersebut.

Saksikan video 'PBSI Evaluasi Hasil Thailand Open hingga BWF World Tour Finals':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)