PBSI Dilema soal Pengumuman Promosi-Degradasi Atlet Pelatnas

Mercy Raya - Sport
Selasa, 09 Feb 2021 13:40 WIB
Pelatih Putri Bulutangkis Indonesia Rionny Maniaki
PBSI dilema melakukan promosi-degradasi atlet pelatnas. (Foto: detikcom/Grandyos Zafna)
Jakarta -

PP PBSI sampai kini belum juga mengumumkan promosi-degradasi atlet pelatnas bulutangkis. Mereka dilema lantaran terbentur PPKM yang diperpanjang pemerintah.

Dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia, PBSI memang relatif lambat menginformasikan soal nasib para atletnya di Pelatnas pada tahun ini.

Induk organisasi bulutangkis nasional itu biasanya mengumumkan pada medio akhir Desember atau awal-awal Januari. Tapi kini sudah memasuki Februari jadwal pengumuman juga belum menemui titik terang. PBSI mengaku kesulitan menetapkan waktu yang tepat apalagi di tengah situasi pandemi Corona.

"Belum deal tanggalnya. Nanti kalau sudah (ditetapkan tanggalnya) pasti saya kabari," kata Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Rionny Mainaly, kepada detikSport, Selasa (9/2/2021).

Adapun waktu yang dinilai belum menemui kesepakatan ini lantaran terbentur aturan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal itu dipertegas Ketua bidang Humas dan Media PBSI, Broto Happy.

"Begini kalau promosi-degradasi nama-nama pemainnya sudah ada di kantong. Cuma problemnya mau diumumkan sekalian memanggil atletnya ke Cipayung. Tapi kami terbentur dengan PPKM. Jadi itu yang agak ribetnya. Kalau dipanggil semua kan, datang semua ke sini (Cipayung), dan belum ada izinnya," kata Broto ketika dihubungi terpisah.

"Jadi agak dilematis. Sisi lain ingin pembinaan jalan. Sisi lain faktor keselamatan dan kesehatan atlet harus diutamakan," dia menambahkan.

Dengan demikian, sebut Broto, atlet-atlet yang saat ini di Pelatnas masih merupakan pebulutangkis yang tampil di Asian Leg, Bangkok, Thailand, Januari lalu. Sementara peebulutangkis muda belum dipanggil kembali dari daerahnya setelah sempat dipulangkan Desember 2020.

PBSI sebelumnya juga sempat kesulitan menerapkan promosi-degradasi lantaran tidak adanya turnamen bulutangkis sejak Maret 2020. Wabah COVID-19 yang tak kunjung berakhir membuat banyak kompetisi ditunda dan dibatalkan. Padahal turnamen menjadi salah satu bahan penilaian atlet dinilai layak atau tidak dipertahankan di Pelatnas.

Bersamaan dengan itu, PBSI juga mengalami pergantian induk kepemimpinan setelah Wiranto, Ketua Umum PBSI sebelumnya habis masa kerjanya dan memilih untuk tidak maju kembali. Saat ini, PBSI dinahkodai Agung Firman Sampurna.

Saksikan juga 'PBSI Evaluasi Hasil Thailand Open hingga BWF World Tour Finals':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)