detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 11 Feb 2021 18:30 WIB

Beda Persiapan Kevin/Marcus dengan Hendra/Ahsan Jelang Tur Eropa

Mercy Raya - detikSport
Marcus Fernaldi Gideon, left, and Kevin Sanjaya Sukamuljo of Indonesiaand wave from the podium after loosing to Yuta Watanabe and Hiroyuki Endo of Japan in the Mens Doubles final match at the All England Open Badminton tournament in Birmingham, England, Sunday, March 15, 2020. The Japanese team won 2-1. (AP Photo/Rui Vieira) Beda Persiapan Kevin/Marcus dengan Hendra/Ahsan Jelang Tur Eropa (AP Photo/Rui Vieira)
Jakarta -

Tim ganda putra Indonesia terus menggenjot persiapan jelang tur Eropa. Dari lima ganda yang disiapkan, tiga di antaranya dapat program latihan yang berbeda.

Mereka ialah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Pelatih ganda putra nasional, Herry Iman Pierngadi, mengatakan secara umum dia akan fokus pada peningkatan daya tahan otot, baik tangan maupun kaki para pemain.

"Belajar dari Asia Leg kemarin memang kita kekurangan daya tahan ototnya. Jadi program di minggu pertama ini lebih ditekankan kepada peningkatan daya tahan otot, baik tangan maupun kaki," kata Herry dalam rilis PBSI.

Tapi secara khusus, sebut Herry, masing-masing pasangan memiliki persiapan sendiri-sendiri. Artinya, persiapan yang diberikan untuk Hendra/Ahsan dengan Kevin/Marcus, juga Fajar/Rian menurut sedikit berbeda.

"Kalau Ahsan/Hendra saya hanya menjaga kondisinya agar tidak ada cedera, peningkatan mungkin bisa tapi tidak signifikan. Tapi untuk Kevin/Marcus dan Fajar/Rian selain daya tahan, kondisi fisik juga harus ditingkatkan," ujarnya.

Herry Iman PierngadiHerry Iman Pierngadi (dok PBSI)

Hal itu tak lepas dari kondisi Kevin/Marcus yang sudah setahun tidak bertanding akan menjadi tantangan tersendiri. "Jadi perlu untuk kembali merasakan aura pertandingan. Begitu juga Fajar/Rian yang touch-nya sempat hilang, harus segera menemukan kembali. Makanya saya turunkan mereka di German Open," tutur Herry.

Herry lantas berharap dengan persiapan ini target All England yang ingin dicapai bisa terwujud pada hari pertandingan.

"Saya memang menurunkan tiga pasangan ini di Jerman dan All England saja, karena kalau ikut ke Swiss juga akan sulit mengatur peak performance-nya. Untuk target di dua turnamen itu juga berbeda," ujarnya.

"Target utamanya sudah pasti All England. Sementara kalau di Jerman, bahasanya itu target antara. Jadi apapun hasilnya di Jerman ya hanya antara, karena kita atur peak-nya di All England," tuturnya.

Untuk diketahui, tur Eropa akan berlangsung Maret 2021. Didahului dengan Swiss Open di Basel, 2-7 Maret. Kemudian pekan berikutnya berlangsung German Open (9-14 Maret) dan ditutup All England di Birmingham, 17-21 Maret.

(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com