detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 13 Feb 2021 17:30 WIB

Ganda Thailand Saling Pandang, Lempar Sinyal, Sapu Bersih Gelar

Mercy Raya - detikSport
CHOFU, JAPAN - JULY 23: Dechapol Puavaranukroh and Sapsiree Taerattanachai of Thailand compete against  Takuro Hoki and Wakana Nagahara of Japan during day one of the Daihatsu Yonex Japan Open Badminton Championships, Tokyo 2020 Olympic Games test event at Musashino Forest Sport Plaza on July 23, 2019 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Matt Roberts/Getty Images) Ganda Thailand Saling Pandang, Lempar Sinyal, Sapu Bersih Gelar. Foto: Getty Images/Matt Roberts
Jakarta -

Ganda campuran Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai mengungkap rahasia di balik kesuksesannya sapu bersih tiga gelar juara Asia Leg 2021. Diawali dengan saling pandang.

Puavaranukroh/Taerattanachai sukses besar di negerinya sendiri, Thailand, yang menggelar tiga ajang Asia Leg. Mereka menyapu bersih gelar juara nomor ganda campuran di Yonex Thailand Open, Toyota Thailand Open, dan BWF World Tour Finals yang berlangsung sepanjang Januari lalu.

Salah satu berkah dari keberhasilan itu, keduanya kini naik peringkat dua dari sebelumnya di posisi ketiga ranking BWF. Mereka menggeser pasangan China, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping. Sekaligus menjadi orang Thailand pertama yang menjadi juara di akhir musim.

Setelah dua pekan berlalu, pasangan yang digabungkan sejak 2015 mengungkapkan rahasia di balik rentetan kemenangannya tersebut.

"Sejujurnya kami tidak perlu mengatakan sepatah kata pun. Kami cukup saling memandang dan mengirim sinyal tentang bagaimana kami harus bermain di lapangan," kata Taerattanachai dalam laman BWF, terkait rahasia sukses mereka berdua.

Akan tetapi, mereka juga melakukan latihan keras untuk meningkatkan daya juang masing-masing saat di lapangan.

"Saya berlatih keras dan sangat serius dengan jadwal latihan yang ada. Saya berlatih selama tiga jam di pagi hari dan dua jam lagi pada malam. Satu-satunya hari libur saya adalah Senin. Itulah hidup saya," ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Puavaranukroh. Bersama Taerattanachai, ia juga selalu melakukan latihan seolah-olah itu adalah hari pertandingan mereka.

"Kami berlatih seolah-olah kami bermain melawan lawan kami. Tujuannya agar dapat menjaga ketenangan kami dalam situasi nyata," kata Dechapol.

Setelah rentetan gelar ini, keduanya pun berharap bisa lebih baik di turnamen-turnamen bulutangkis internasional berikutnya. Terutama di pertandingan Olimpiade Tokyo 23 Juli-8 Agustus mendatang yang merupakan mimpi terbesar mereka.

"Saya yakin kami akan mendapat salah satu medali. Tujuan kami adalah emas (Olimpiade)," kata Sapsirree.

(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com