Petenis Top Cina: Saya Ingin Bebas

Petenis Top Cina: Saya Ingin Bebas

- Sport
Rabu, 15 Feb 2006 06:13 WIB
Petenis Top Cina: Saya Ingin Bebas
Jakarta - Petenis terbaik Cina, Peng Shuai sedang resah. Dia berontak karena merasa kemerdekaannya terbelenggu oleh pemerintah negaranya sendiri.Pembinaan atlet di Negeri Tirai Bambu sudah terkenal sebagai yang terbaik di dunia. Dalam kamus negeri ini, atlet adalah anak negerinya. Tidak cuma dibina, mereka mendapatkan gaji dan fasilitas yang seluruhnya disediakan oleh negara. Tetapi sebagai konsekuensi atlet harus menyerahkan kemerdekaannya pada negara. Atas nama bakti pada negara, mereka pun tidak bisa menikmati hadiah yang dihasilkan dari keringat mereka sepenuhnya.Meski syaratnya cukup berat kebanyakan petenis Cina cukup menerima. Seperti usai Turnamen Wismilak International September tahun lalu di Bali seluruh pemain top Cina memilih memperkuat daerah di PON-nya Cina ketimbang bermain di Turnamen Tier II di Beijing. Tetapi bukan berarti seluruh pemain Cina merasakan hal serupa. Shuai Peng merupakan petenis pertama Cina yang berani mengatakan 'cukup' pada aturan pemerintah. "Kami sendiri yang akan mengatur jadwal musim ini, menyewa pelatih yang kami inginkan, dan membayar seluruh pengeluaran kami," ucap Ibunda sekaligus juru bicara Peng, Zhang Bing kepada Shanghai Daily dan dilansir AP, Rabu (15/2/2006). Komentar Ibunda petenis berperingkat 61 dunia ini membuat Asosiasi Tenis Cina kabarnya kelabakan. Dan menurut koran Chengdu Commercial Times, asosiasi telah merespon permintaan Peng dan tinggal selangkah lagi dari kesepakatan yang akan mempertahankan petenis yang pernah menembus 31 dunia ini di timnas, namun membiarkannya mengatur sendiri jadwalnya. Peng bukan atlet Cina pertama yang mencoba lepas dari kungkungan pemerintah. Pebasket yang bermain di klub NBA Miami Heat, Wang Zhizhi sudah merintisnya terlebih dahulu. Tetapi penolakannya kembali ke Cina ketika off-season NBA berbuah pengeluarannya dari timnas. Foto: Shuai Peng berjuang untuk mendapatkan kebebasannya (yimg) (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads