detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 21 Feb 2021 14:30 WIB

Kata PBSI soal Jadwal Indonesia Open & Indonesia Masters yang Baru

Mercy Raya - detikSport
BIRMINGHAM, ENGLAND - MARCH 10: A shuttlecock is seen on the court in between games during Day 6 of the Yonex All England Badminton Open at NIA Arena on March 10, 2013 in Birmingham, England. (Photo by Ben Hoskins/Getty Images) Kata PBSI soal Jadwal Indonesia Open & Indonesia Masters yang Baru. (Foto ilustrasi shuttlecock: Ben Hoskins/Getty Images)
Jakarta -

Indonesia Open dan Indonesia Masters 2021 batal digelar bulan Juni mendatang. PBSI angkat bicara mengenai ancar-ancar jadwal yang baru.

BWF memutuskan untuk menunda dua kegiatan bulutangkis di Tanah Air yang semula berlangsung 1-6 Juni (Indonesia Masters) dan 8-13 Juni (Indonesia Open).

Wakil Sekretaris Jenderal PBSI Edi Sukarno mengatakan pembatalan itu merupakan hasil rundingan PBSI dengan BWF sehubungan dengan pandemi Corona yang belum juga melandai.

"Jadi ini bukan keputusan BWF tapi rundingan kita segala macam. Jadi kemungkinan akan digelar November. Rencananya begitu," kata Edi kepada detikSport, Minggu (21/2/2021).

Pemilihan jadwal baru untuk Indonesia Open 2021 dan Indonesia Masters 2021, sebut Kepala bidang Humas dan Media Broto Happy karena slot turnamen masih kosong di bulan tersebut.

"Hal lainnya tentu semoga pandemi sudah mereda. (Di bulan itu) sudah banyak juga masyarakat Indonesia yang divaksin. Istilahnya masyarakat sudah semakin sehati. Jadi kalau menggelar kejuaraan harapannya penonton bisa datang," kata Broto, dikonfirmasi terpisah.

"Meskipun kami juga masih harap-harap cemas. Semoga pandemi benar-benar mereda. Kalau tidak, ya tidak tahu November seperti apa. Nah kalau untuk tanggal BWF yang menetapkan mana yang tepat (untuk menyelenggarakan turnamen tersebut).

Sehubungan penundaan Indonesia Open 2021 dan Indonesia Masters 2021 ke bulan sebelas di tahun 2021 ini, Broto menegaskan, bahwa pihak sponsor juga telah mengetahui penggeseran jadwal tersebut.

Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna sebelumnya mengklaim bahwa sudah banyak sponsor yang mengantre guna mendanai pelaksanaan turnamen bulutangkis di Indonesia, salah satunya Indonesia Open. Baik itu perusahaan swasta hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Sponsor sudah (diberi tahu), pasti sudah. Sebelum buat penundaan (PBSI) pasti sudah komunikasi dengan sponsor," Broto menegaskan.

Simak juga video 'PBSI Evaluasi Hasil Thailand Open hingga BWF World Tour Finals':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com