PBSI: 3 Alasan Indonesia Masters 2021 & Indonesia Open 2021 Ditunda

Mercy Raya - Sport
Minggu, 21 Feb 2021 15:40 WIB
BIRMINGHAM, ENGLAND - MARCH 10: A shuttlecock is seen on the court in between games during Day 6 of the Yonex All England Badminton Open at NIA Arena on March 10, 2013 in Birmingham, England. (Photo by Ben Hoskins/Getty Images)
PBSI: 3 Alasan Indonesia Masters 2021 & Indonesia Open 2021 Ditunda. Foto: Ben Hoskins/Getty Images
Jakarta -

Ditundanya pelaksanaan Indonesia Masters 2021 dan Indonesia Open 2021 tak lepas dari usulan PBSI kepada Badminton World Federation (BWF). Ada tiga hal yang jadi pertimbangan.

BWF mengumumkan penundaan sejumlah turnamen bulutangkis di tahun ini. Termasuk di antaranya, Indonesia Masters dan Indonesia Open yang semula bergulir 1-6 Juni dan 8-13 Juni 2021.

Keputusan penundaan itu sendiri tak semata-mata BWF yang menetapkan. Tuan rumah juga turut andil dalam pengambilan keputusan tersebut.

Menurut Kepala bidang Humas dan Media PBSI, Broto Happy, PBSI sebelumnya telah lebih dulu berkirim surat kepada BWF pada 12 Februari lalu melalui Kepala bidang Luar Negeri, Bambang Roedyanto.

Adapun isi surat tersebut meminta dua kegiatan itu ditunda dengan sejumlah pertimbangan. "Intinya ingin menunda lah. Baru lah kemarin (BWF) disetujui dua hari lalu," kata Broto kepada detikSport, Minggu (21/2/2021).

Broto menjelaskan ada tiga hal yang menjadi dasar penundaan Indonesia Masters 2021 dan Indonesia Open 2021. Selain wabah COVID-19, faktanya dua turnamen bulutangkis itu mepet dengan pelaksanaan Olimpiade Tokyo 23 Juli hingga 8 Agustus. Ditambah lagi, turnamen Indonesia Open dan Indonesia Masters bukan merupakan ajang pengumpulan poin Olimpiade Tokyo.

"Kami sebetulnya ingin menggelar sesuai jadwal Juni. Tapi kalau sudah pandemi pasti izinnya susah. Walaupun bisa digelar pasti tanpa penonton. Tidak bisa menarik, tak bisa memberikan hiburan di tengah pandemi," Broto mengungkapkan.

"Selain itu, karena dua ajang itu tak menyediakan poin Olimpiade pasti banyak pemain yang sudah lolos memilih tidak main di Jakarta. Mereka lebih fokus karena bulan berikutnya mereka tampil di Olimpiade yang jauh lebih penting," dia menjelaskan.

"Jadi kalau tetap digelar Juni tanpa penonton, tak ada bintang kelas dunia, apa artinya kita. Sia-sialah kita menggelar kejuaraan dengan kendala seperti itu."

"Hal lainnya, agendanya beruntun. Ada Malaysia Open, Singapore Open juga. Akhirnya mereka juga mundur. Dampaknya juga kena ke kami," ujarnya mengenai pertimbangan ditundanya Indonesia Masters 2021 dan Indonesia Open 2021.

Sebelumnya, Asosiasi bulutangkis Malaysia dan Singapura juga mengaku kesulitan menggelar ajang bulutangkis akibat pembatasan COVID-19. Seharusnya tiga ajang itu menjadi rangkaian turnamen pada April mendatang. Kemudian dimundurkan jadwalnya hingga Mei.

"Karena penetapan jadwal baru untuk Malaysia Open dan Singapore Open, BWF mengonfirmasi bahwa Indonesia Masters dan Indonesia Open juga ditunda," tulis keterangan resmi BWF.

Simak juga video 'PBSI Evaluasi Hasil Thailand Open hingga BWF World Tour Finals':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/krs)