detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 03 Mar 2021 19:17 WIB

Soal Peta Persaingan, Kevin Sanjaya Cs Wajib Waspadai Hal Ini

Mercy Raya - detikSport
Marcus Fernaldi Gideon, left, and Kevin Sanjaya Sukamuljo of Indonesiaand wave from the podium after loosing to Yuta Watanabe and Hiroyuki Endo of Japan in the Mens Doubles final match at the All England Open Badminton tournament in Birmingham, England, Sunday, March 15, 2020. The Japanese team won 2-1. (AP Photo/Rui Vieira) Ilustrasi Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon. (Foto: AP Photo/Rui Vieira)
Jakarta -

Para ganda putra bulutangkis Indonesia wajib lebih waspada. Kevin Sanjaya cs mesti mewaspadai peta persaingan pada saat ini. Hal itu dikatakan oleh Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra.

Pernyataan Herry itu tak lepas dari hasil Asia Leg Januari lalu. Meskipun tanpa melibatkan wakil Jepang dan China, tapi hasil-hasil dari tiga turnamen BWF World Tour Super 1000 bisa jadi ukuran awal menilai peta persaingan ganda putra saat ini.

"Kalau melihat peta persaingan bulutangkis jika melihat tiga turnamen di Thailand ini, ya, kekuatannya agak bergeser. Karena secara peserta tidak seluruh pemain dunia ikut. Tak ada China, Jepang, karena dua negara itu di nomor double cukup bersaing dengan negara kita," kata Herry dalam bincang-bincang dengan pewarta Rabu (3/3/2021).

"Kalau dulu Denmark pengaruh, ada Mathias Boe, nah sekarang hilang ada Astrup saja dan penampilan mereka menurut saya agak jauh menurun. Jadi peta kekuatannya agak bergeser ke baliknya ke Asia," dia menjelaskan.

"Jepang kuat, sekarang Taiwan, China, Korea, Malaysia. Jadi kekuatan double agak lebih banyak ke Asia. Kalau Eropa itu dulu ada Denmark dan Rusia satu (Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov), tapi oleh Fikri (Muhammad Shohibul)/Bagas (Maulana) sudah bisa diatasi. Jadi saya secara pribadi lebih banyak fokus ke Jepang, Taiwan, Korea, Malaysia, lebih banyak Asia."

Secara khusus, Herry juga menyoroti penampilan Lee Yang/Wang Chi Lin dari Taiwan yang dinilai sangat meningkat perfomanya. Pasangan tiga dunia itu secara mengejutkan meraih gelar juara hat-trick. Mereka juara di dua edisi Thailand Open dan BWF World Tour Finals 2020 secara beruntun selama tiga pekan.

Dari tiga turnamen itu, salah satunya menghadapi salah satu ganda putra bulutangkis Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, di final tour finals. Saat itu Hendra/Ahsan harus takluk dari pasangan Taiwan ini dengan skor 17-21, 21-23.

"Jujur kaget. Mereka luar biasa terutama powernya dengan bola begitu berat mereka bagus. Buat saya, bahaya nih. saya bilang ke Aryono (asisten ganda putra Indonesia) saat itu kita mesti jaga nih (waspada). Jujur mereka naiknya banyak banget," ujarnya.

Diakui Herry, sejak dulu pasangan yang tiga juara di Thailand ini memang sudah kuat baik dari segi otot, fisik, maupun powernya. Hanya beberapa bulan terakhir peningkatannya cukup signifikan.

"Terutama kematangan bermainnya itu. Dulu gampang mati, 4-5 pukulan hilang, eror, tapi sekarang lebih sulit dimatikan. Sekarang mereka luar biasa, boleh dibilang musuh kita tambah lagi," dia menjelaskan.

"Saya harus waspadai mereka, untuk menang di tiga turnamen beruntun (di Thailand) tak gampang, menurut saya itu ada nilai plusnya. Saya rasa (meskipun) pemain Jepang (melawan mereka) juga belom tentu bisa menang," tuturnya soal peta persaingan saat ini.

Simak juga 'Kevin Sanjaya Telah Negatif Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com